Hotel Okura di Jepang yang terkenal ditutup

Hotel Okura

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Konser musik di lobi utama Hotel Okura menandai penutupan resminya.

Sebuah hotel terkenal di Jepang, yang disebut sebagai karya agung Modernisme dan lambang dari gaya Jepang tahun 1960-an, resmi ditutup.

Konser musik di lobi utama hotel di Tokyo tersebut pada Senin (31/08) malam waktu setempat menandai penutupan hotel yang pernah menjadi tempat menginap beberapa presiden Amerika Serikat, bintang film, dan para selebriti dunia.

Walau diprotes oleh sejumlah pegiat arsitektur, bagian utama Hotel Okura akan diganti dengan menara kaca setinggi 38 lantai untuk meramaikan <link type="page"><caption> Olimpiade 2020 di Jepang.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2013/09/130908_galeri_tokyo_olimpidiade" platform="highweb"/></link>

Hotel bergengsi tersebut-yang terletak di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat- pernah pula muncul dalam salah satu film James Bond, You Only Live Twice.

Hotel Okura

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Hotel Okura pernah menjadi tempat menginap sejumlah presiden Amerika Serikat.

Rencana penghancuran gedung utama hotel untuk diganti dengan arsitektur baru tersebut sempat memicu protes dari sejumlah kalangan.

"Itu merupakan penghancuran budaya, gedung itu adalah satu-satunya yang benar-benar mengintegrasikan estetika Jepang dengan hotel gaya Barat," kata Tadashi Yamane, guru besar rancangan perkotaan di Universitas Tokyo City.

Tersingkirkan hotel berusia 53 tahun tersebut merupakan salah satu dari beberapa gedung tua yang harus mengalah demi pembangunan sarana Olimpiade 2020.

Pasar ikan di Tsukiji dan Stadion Nasional juga akan diganti dengan bangunan baru walau mendapat protes dari sejumlah orang.