Pasien ebola terakhir tinggalkan rumah sakit Sierra Leone

ebola

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Adama Sankoh (tengah) saat dikeluarkan dari pusat perawatan Ebola Mateneh, Freetown hari Senin.

Pasien terakhir yang dikenal terkena ebola telah dibolehkan pulang dari rumah sakit di Sierra Leone.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak terdapat kasus baru dilaporkan di negara Afrika tersebut dalam lebih dari dua minggu terakhir.

Presiden Ernest Bai Koroma mengunjungi tempat perawatan penyakit tersebut dimana pemimpin negara itu memberikan sebuah sertifikat kepada seorang wanita berumur 35 tahun yang anak laki-lakinya meninggal karena virus tersebut.

Hampir 4.000 warga Sierra Leone meninggal karena ebola.

Negara tersebut, bersama-sama Liberia, harus melewati periode enam minggu tidak terjadinya kasus baru sebelum dinyatakan secara resmi bebas dari penyakit itu.

Sejumlah kecil kasus masih dilaporkan terjadi di negara tetangga Guinea.

Pada bulan Oktober 2014, <link type="page"><caption> Nigeria dinyatakan secara resmi bebas dari ebola</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/10/141020_nigeria_bebas_ebola" platform="highweb"/></link> setelah enam minggu tidak memiliki kasus baru Ebola.

Negara terpadat Afrika tersebut mendapat pujian karena bertindak cepat setelah seorang diplomat Liberia yang terinfeksi dinyatakan memiliki penyakit tersebut Juli lalu.

Badan Kesehatan Dunia juga menyatakan Senegal secara resmi bebas ebola.

Sejak muncul pada bulan Desember 2013, wabah ini telah <link type="page"><caption> menginfeksi hampir 28 ribu orang dan menewaskan 11.300 orang. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140805_indonesia_ebola_cegah" platform="highweb"/></link>