Google menentang "hak dilupakan" Prancis

Sumber gambar, AP
Google akan menentang tuntutan Prancis agar "hak untuk dilupakan" harus diterapkan secara global dan tidak hanya di Eropa.
Bulan lalu, lembaga pengawas privasi Prancis, CNIL, memerintahkan Google untuk memperluas hak rakyat untuk meminta penghapusan posting dari situs-situs di seluruh dunia, termasuk dari Google.com.
Hak ini dikenal dengan istilah "hak untuk dilupakan".
Google mengatakan mereka "dengan hormat" tidak setuju dengan otoritas CNIL untuk membuat perintah tersebut.
Perusahaan Amerika Serikat tersebut kini mungkin akan dikenakan denda.
Pada tahun 2014 sebuah putusan pengadilan memungkinkan warga Eropa untuk membuat permintaan ke Google agar menghapus data mereka dari hasil pencarian internet yang mereka pikir tidak relevan lagi atau bersifat menghasut.
Google diyakini telah memproses lebih dari satu juta permintaan untuk menghapus data pengguna internet sejak putusan pengadilan tersebut diberlakukan.
Raksasa teknologi itu mengulas semua permintaan dan menolak permintaan yang mereka yakini tidak memiliki manfaat.
Namun data tersebut hanya dihapus dari situs <link type="page"><caption> Google Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150629_majalah_bbc_google" platform="highweb"/></link> seperti Google.de (Jerman) atau Google.fr (Prancis). Data tersebut tidak dihapus dari Google.com.
Google menjelaskan hal ini mereka lakukan karena lebih dari 95% pencarian internet di Eropa dibuat pada situs Eropa perusahaan tersebut.












