Mahasiswi Rusia jadi target perekrutan ISIS

"Ibu, saya tidak akan pulang," kata Varvara Karaulova, seperti dikutip TV Rusia
Keterangan gambar, "Ibu, saya tidak akan pulang," kata Varvara Karaulova, seperti dikutip TV Rusia
    • Penulis, Aleksandr Panin dan Laura Smith
    • Peranan, BBC Monitoring

Selama dua pekan pada Juni lalu, Varvara Karaulova yang berstatus sebagai mahasiswi Moscow State University, lebih sering disiarkan di televisi dibandingkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tanpa memiliki hubungan langsung dengan Timur Tengah, selain fakta bahwa dia sedang belajar bahasa Arab, kisah Karaulova menjadi berita utama setelah dia menghilang dari ibu kota Rusia dan dikabarkan menuju Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

Kepulangan Karaulova di Moskow diliput besar-besaran oleh media Rusia
Keterangan gambar, Kepulangan Karaulova di Moskow diliput besar-besaran oleh media Rusia

Berita itu diikuti secara saksama oleh semua media Rusia hingga dia akhirnya dicegat dekat dekat perbatasan Turki-Suriah, diterbangkan ke Moskow, dan dikembalikan kepada ayahnya yang khawatir.

Kasus Karaulova juga terjadi pada mahasiswi dari universitas top Rusia lainnya. Dua minggu setelah kepulangan Karaulova, seorang mahasiswi bernama Mariam Ismailova menghilang dan dicurigai ingin bergabung dengan ISIS.

Karaulova dan Ismailova hanyalah dua dari sekian banyak mahasiswa dan mahasiswi Rusia yang dilaporkan telah bergabung dengan ISIS.

Nasib mereka masih belum diketahui, namun perhatian besar yang diberikan media mendorong pejabat-pejabat senior buka suara mengenai jumlah warga Rusia yang diyakini bertempur bersama ISIS.

Dibesarkan di keluarga Muslim, Mariam Ismailova merupakan mahasiswi di Moskow
Keterangan gambar, Dibesarkan di keluarga Muslim, Mariam Ismailova merupakan mahasiswi di Moskow

Badan layanan keamanan federal Rusia memperkirakan warga mereka mencakup hingga 8% dari seluruh milisi ISIS.

“Angka-angka ini sangat mengecewakan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Oleg Syromolotov, pada 7 Juli. “Saat ini terdapat sekitar 2.200 warga Rusia yang ikut operasi militer di Irak dan Suriah,” ungkapnya.

Menurut Alexei Malashenko, dari Carnegie Center di Moskow, bahasa Rusia adalah bahasa utama ketiga di antara anggota ISIS, di belakang bahasa Arab dan Inggris.

ISIS pun telah meningkatkan propaganda berbahasa Rusia mereka selama tahun ini.

Pada Maret, ISIS mulai menyiarkan berita di Radio Al-Bayan dalam bahasa Rusia dengan berbagai format.

Awal Mei, kelompok itu merilis edisi pertama majalah berbahasa Rusia mereka, berjudul Furat Press. Kemudian pada bulan itu juga, cabang media multi-bahasa mereka, HMC, mencetak sebuah majalah berbahasa Rusia yang lebih canggih, berjudul Istok.

Saluran NTV menyiarkan klip rekaman yang katanya menunjukkan Mariam Ismailova
Keterangan gambar, Saluran NTV menyiarkan klip rekaman yang katanya menunjukkan Mariam Ismailova

Banyak pejabat dan pengamat setuju propaganda ISIS menjadi semakin efektif. Mereka mencatat setidaknya beberapa warganya yang meninggalkan Rusia untuk bergabung dengan ISIS datang dari wilayah selatan Rusia yang mayoritas Muslim.

Mahasiswa dan anak-anak muda sering direkrut melalui media sosial, dan meninggalkan Rusia dengan harapan menemukan cinta, kasih sayang dan kehidupan lebih baik dengan ISIS.

Banyak warga Rusia tidak asing lagi mendengar laporan adanya militan dari Kaukasus Utara yang pergi bergabung dengan ISIS.

Yang paling banyak meninggalkan Rusia untuk bergabung ISIS berasal dari Republik Dagestan yang mayoritas Muslim, menurut Varvara Parkhomenko, seorang ahli dari International Crisis Group.

Lalu ada pula dari Chechnya serta dari Ossetia Utara yang mayoritas Kristen ortodoks, katanya. Dan mereka datang dari berbagai lapis masyarakat.

“Kaya atau miskin, terpelajar atau tidak…mereka kesana bukan hanya untuk bertempur namun juga untuk hidup, menikah, berkhotbah.”

Laporan itu mendorong para pakar dan pejabat menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai luasnya jaringan perekrutan ISIS di Rusia dan efektivitas pesan-pesan yang mereka arahkan kepada para pemirsa Rusia.