#TrenSosial: Perempuan Muslim 'juga ingin tampil cantik dan gaya'

Busana Muslim yang dirancang oleh Monika Jufry.

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Busana Muslim yang dirancang oleh Monika Jufry.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren busana Muslim modern meningkat seiring kebutuhan perempuan urban Muslim untuk tampil cantik dan gaya.

Menjelang hari raya Lebaran, sebuah toko online yang menjual busana Muslim modern pun kebanjiran pesanan dan penjualan meningkat sekitar 200%.

Keinginan untuk tampil cantik memang selalu ada, kata Rizky Nurul Fadilah, 21, seorang mahasiswi berjilbab di Jakarta.

Dia mengaku sudah mempersiapkan baju Lebaran dari jauh-jauh hari. Dia mengatakan banyak belajar gaya-gaya hijab dari televisi serta perancang idolanya, Ivan Gunawan.

"Saya ingin mengubah pola pikir perempuan-perempuan muda Muslimah yang lain, bahwa kita bisa kok tampil trendy meskipun kita mengenakan jilbab."

Elva Sativia, 31, juga sependapat. Sebagai ibu yang juga bekerja sebagai karyawan swasta, dia berkeinginan untuk tampil cantik dalam keseharian.

Definisi cantik, menurut Elva, sangat personal. "Kalau saya lebih suka beli jilbab yang seperti pashmina, dibandingkan bentuk kotak. Kalau warna lebih suka pastel."

Dikritik

Namun, gaya busana mereka tidak lepas dari kritik.

Elva mengaku pernah menerima komentar negatif tentang cara dia berpakaian yang dianggap tidak sesuai syariat Islam.

"Saya pernah dibilang untuk tidak pakai celana. Saya bilang Insya Allah ya..."

Bagaimana busana Muslim yang baik? Ada beberapa perbedaan pendapat tentang itu.

Sumber gambar, ADEK BERRY AFP Getty Images

Keterangan gambar, Bagaimana busana Muslim yang baik? Ada beberapa perbedaan pendapat tentang itu.

"Saya pribadi tentu punya batasan-batasan sendiri, dan bagaimana saya berpakaian, yang paling tahu adalah diri sendiri."

Diajeng Lestari, pendiri situs belanja online HijUp.com, mengatakan memang ada perbedaan pendapat tentang bagaimana perempuan Muslim harus berbusana, terlebih ketika tren busana Muslim modern mulai diminati dalam beberapa tahun terakhir.

"Bagi saya, busana Muslim itu harus menutup dada, tidak ketat, dan tidak transparan. Tetapi ada juga yang mengatakan kalau pakai celana itu tidak syar'i (sesuai syariat Islam)."

HijUp.com didirikan pada 2011, sebagai satu-satunya situs belanja online khusus untuk perempuan Muslim.
Keterangan gambar, HijUp.com didirikan pada 2011, sebagai satu-satunya situs belanja online khusus untuk perempuan Muslim.

"Tetapi saya melihat ini adalah bagian dari perbedaan interpretasi. Kalau kita fokusnya diperbedaan, saya rasa tidak akan maju."

Semakin diterima

Selera berpakaian Muslimah pun berbeda-beda.

Ketika busana Muslim modern banyak diminati perempuan muda di perkotaan, <link type="page"><caption> jilbab syar'i yang menutup sampai dada juga kini digemari</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150621_magazine_bisnis_trendmodejilbab" platform="highweb"/></link>, setidaknya di pusat busana terbesar Tanah Abang.

Ajeng, begitu panggilan akrabnya, mengatakan busana Muslim modern punya prospek bagus ke depan, terutama untuk Indonesia yang menjadi pelopor fashion negara-negara Muslim lain.

"Ke depan saya rasa hijab fashion bisa semakin diterima dan saat ini zamannya kebebasan. Banyak orang yang bisa mengekspresikan diri walau dia Muslimah."

"Lebih bisa bermain dengan warna dan tidak tentu tidak ada masalah. Perempuan itu nature-nya memang ingin terlihat cantik dan bagus karena kita bagian dari keindahan itu sendiri."