#TrenSosial: Gaza, Jakarta, dan masjid yang 'terkepung tembok'

Sumber gambar, DETIKCOM
Pengguna media sosial beberapa terakhir ramai membicarakan #GazainJakarta, sebuah tagar tentang Masjid Al Futuwwah di Cipete yang 'dikelilingi tembok'.
Tagar ini berawal dari seri kicauan anggota DPD DKI Jakarta, Fahira Fahmi Idris pada 16 Juni lalu, yang mengatakan bahwa anak-anak kesulitan dalam mengakses ke masjid dan ibu-ibu yang hendak ibadah "dihalangi oleh kawat berduri".
"Banyak bocah sering jatuh dari tembok tinggi dan berlapis duri hanya karena ingin mengaji," begitu tweet-nya dengan disertai foto anak-anak di samping tembok dan pagar berduri.
"Penutupan yang biadab dan pihak pemerintah hanya netral."
Seri kicauan, yang dibagikan ratusan kali, telah dikutip menjadi artikel di beberapa situs media Islam. Sebuah petisi online juga dibuat untuk mendesak pemberian akses pada umat untuk beribadah.
'Berlebihan'
Namun sebagian pengguna media sosial mengkritisi kicauan Fahira yang dianggap 'provokatif' karena tidak disertai fakta dan pengecekan ke lapangan.
Akun Twitter @TemanAhok, kumpulan relawan untuk Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengatakan kicauan itu "berbahaya" dan bisa memicu konflik SARA.
Pasalnya, Fahira seakan-akan mengatakan bahwa pemerintah tidak melakukan apa-apa.
Mereka juga mempertanyakan foto-foto yang dimuat karena "tendensius" dan seakan-akan menghubungkan kondisi masjid dengan kondisi di Palestina.

Sumber gambar, TWITTER
"Soal #GazaInJakarta, dengan foto yang seadanya, maka saya mempercayai ini semacam propaganda," kata akun lainnya.
Fahira Idris, pada Selasa (23/06), akhirnya melakukan klarifikasi dan meminta maaf terkait tagar #GazainJakarta yang dia kicaukan sebelumnya.
Dia mengatakan dia hanya menerima informasi dari satu pihak dan belum melakukan riset lapangan sebelumnya.
"Saya sama sekali tidak diinformasikan bahwa sebenarnya ini konflik TANAH," kicaunya.
Bukan masalah baru
Masalah Masjid Al Futuwwah memang bukan masalah baru dan murni merupakan persoalan lahan. Beritanya pun sudah beberapa kali berita ini dimuat di media massa.
Ini diawali dengan pembelian lahan di sekitar masjid oleh PT FIM Jasa Eka Tama pada 2013 lalu, sehingga akses warga ke masjid menjadi sulit.
Ada tembok yang mengelilingi masjid, namun ada jalan selebar 1,5 meter yang disediakan untuk akses masuk keluar.
Bagaimanapun, akses ini dianggap tidak cukup dan tidak sesuai seperti yang disepakati yaitu selebar empat meter, kata sejumlah laporan.
Ahok seperti dikutip Kompas.com mengatakan sudah memerintahkan walikota untuk mengurus masalah tersebut.
Tagar #GazainJakarta telah digunakan lebih dari 9.000 kali dalam 72 jam terakhir dan sempat menjadi topik populer. Namun, seorang pengguna Twitter, Sabrina Bahar melalui @s4br1na mengatakan dia lebih memilih menggunakan #SaveAlFutuwwah karena dianggap lebih pas.










