#TrenSosial: Stasiun kereta Palmerah, bisa bersih sampai kapan?

Lantai dua Stasiun Palmerah yang rampung dibangun beberapa pekan lalu.
Keterangan gambar, Lantai dua Stasiun Palmerah yang rampung dibangun beberapa pekan lalu.

Rampungnya perbaikan Stasiun Kereta Api Palmerah di Jakarta mengundang reaksi positif di dunia maya, tetapi juga memicu perdebatan tentang perilaku warga merawat fasilitas umum.

"Keren, seperti di luar negeri!" begitu salah satu komentarnya. Sadewo Albert dari <link type="page"><caption> Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10155699746335434" platform="highweb"/></link> mengatakan, "jadi lebih bagus jadi kerasa <italic>kayak</italic> di Australia, jadi antusias <italic>deh gue</italic> naik kereta."

Juru bicara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Joice Hutajulu, mengatakan pembenahan Stasiun Palmerah menjadi salah satu program mereka untuk memperbaiki pelayanan transportasi publik.

Selain Palmerah, Kemenhub juga akan merevitalisasi Stasiun Kebayoran dan Depok, serta membangun Stasiun Telaga Murni di Bekasi yang terkoneksi dengan perumahan.

Walau didominasi oleh komentar positif, sejumlah pengguna mempertanyakan berapa lama kondisi 'cantik' stasiun bisa bertahan karena warga kota dinilai tidak bisa menjaga fasilitas umum dengan baik.

Sejumlah fasilitas seperti ruang menyusui dan musholla disediakan.
Keterangan gambar, Sejumlah fasilitas seperti ruang menyusui dan musholla disediakan.

Yella Shakti, juga dari Facebook BBC Indonesia, menyayangkan perilaku pengguna kereta "yang tidak tertib".

"Pernah suatu kali saya salat di Stasiun Bogor. Musholla lega untuk laki dan perempuan, karpet bersih, pintu geser tertutup rapi, dan ber-AC. Ada tempat meletakkan sepatu supaya rapi."

"Lalu ada anak sekolah sembarangan meletakkan sepatu bukan di tempatnya. Petugas sedikit marah sambil menegur si anak sekolah. (Tapi) anak sekolahnya malah marah-marah balik ke petugas."

Holly Susilo menambahkan, "Betul, baru kemarin saya tegur penumpang KRL yang buang ludah di lantai KRL, malah saya dimarahin balik, petugas cuma nonton doang."

Lainnya mempertanyakan peran pemerintah, "Negara kita sering bangun tapi jarang merawat."

Joice Hutajulu dari Kemenhub mengatakan memang harus ada sinergi antara kementerian, PT KAI, pemerintah daerah dan pengguna kereta untuk merawat fasilitas tersebut.

Standar fasilitas tidak sama di setiap stasiun kata komunitas pengguna kereta.
Keterangan gambar, Standar fasilitas tidak sama di setiap stasiun kata komunitas pengguna kereta.

Sementara itu NurCahyo, koordinator komunitas pengguna kereta KRL Mania, mengatakan fasilitas di dalam stasiun kereta di Jabodetabek masih harus ditingkatkan karena tidak terstandarisasi dengan baik.

"Masalah toilet misalnya, ada yang bersih, ada yang kotor, jumlahnya juga kurang sehingga antre cukup lama. Harusnya setiap stasiun standarnya sama."

Masalah kereta mogok, gangguan listrik, gangguan sinyal, dan gangguan wesel juga masih sering terjadi dan masih menjadi pekerjaan rumah untuk pengelolaan kereta, lanjut Cahyo.