Obat HIV harus diberikan saat diagnosa

hiv aids

Sumber gambar, spl

Keterangan gambar, Sekitar 35 juta orang hidup dengan HIV dan lebih dari dua juta memulai terapi antiretroviral setiap tahun.

Obat HIV seharusnya diberikan saat diagnosa diketahui karena menurut sebuah percobaan penting hal ini dapat mengubah cara perawatan jutaan orang.

Penderita saat ini baru diberikan terapi antiretroviral setelah terjadinya penurunan tingkat sel darah putih.

Tetapi sebuah pengkajian di Amerika Serikat memotong proses tersebut karena perawatan dini sangat berguna bagi para pasien.

Dan Badan AIDS PBB mendesak agar semua orang segera mendapatkan obat, lapor wartawan BBC James Gallagher.

<link type="page"><caption> Sekitar 35 juta orang hidup dengan HIV dan lebih dari dua juta memulai terapi antiretroviral setiap tahun.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2011/11/111124_aidsjakarta" platform="highweb"/></link>

Penemuan obat yang menyerang virus telah mengubah cara perawatan penyakit namun masih muncul perdebatan sengit tentang kapan perawatan harus dimulai.

Panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan perawatan harus dimulai ketika terdapat kurang dari 500 sel darah putih pada setiap milimeter kubik darah.

Percobaan pada 4.685 orang di 35 negara yang dilakukan US National Institutes of Health membandingkan pendekatan ini dengan perawatan yang langsung diberikan.

Dimulai pada tahun 2011, percobaan ini baru akan selesai pada akhir tahun 2016.

Bagaimanapun analisa data sementara menunjukkan kasus AIDS, kematian dan komplikasinya, seperti penyakit ginjal dan hati, telah berkurang setengahnya karena perawatan dini.

Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Anthony Fauci, mengatakan, "Terapi dini memberikan keuntungan ganda, bukan hanya memperbaiki kesehatan seseorang, tetapi pada saat yang sama, menurunkan muatan virus dan mengurangi risiko penularan HIV ke pihak lain."