Kisah lutung kelahiran Inggris beradaptasi di hutan Jawa

Lutung Jawa
Keterangan gambar, Populasi lutung jawa tinggal sekitar 2.000 ekor yang tersebar di sejumlah hutan di Jawa.

Dua kelompok lutung yang terdiri dari sembilan ekor tampak kebingungan ketika kandang buatan dibuka.

Mereka tak segera keluar dari kandang. Tetapi kemudian mereka mulai melompat ke pohon-pohon yang berada di Hutan Lindung Kondang Merak, Malang, Jawa Timur.

Lutung-lutung yang dulunya merupakan penghuni Kebun Binatang Howletts Inggris, dilepasliarkan oleh Pusat rehabilitasi Lutung Jawa, Javan Langur Center (JLC), bekerja sama dengan The Aspinall Foundation.

Hutan lindung Kondang Merah dipilih karena menjadi habitat alami lutung jawa, seperti dilaporkan kontributor BBC Indonesia di Malang Jawa Timur, Eko Widianto.

Pelepasliaran lutung yang lahir di kebun binatang Inggris itu diakui tidak mudah dan butuh persiapan beberapa bulan sebelum dilepas ke alam liar.

Project Manager JLC, Iwan Kurniawan, mengatakan latihan utama yang diberikan kepada lutung-lutung ini adalah membiasakan mereka makan dedaunan dan buah-buahan yang tersedia di alam, karena selama tinggal di kebun binatang Inggris ke mereka diberi pakan sayuran dan umbi-umbian.

"Pelan-pelan kita ajari juga, pakan diberikan seperti di sana ubi. Terus sayur sayuran pasar tapi yang organik, pelan-pelan kita kurangi kita ganti sampai benar-benar lupa makanan di Inggris itu," kata Iwan.

Para lutung juga dilatih untuk menghadapi predator dan hidup secara berkelompok di hutan.

"Adaptasi lingkungan, penyesuaian suhu udara. Setelah adaptasi lingkungan bisa melewati berikutnya adaptasi pakan. Adaptasi yang paling penting adaptasi sosial untuk membentuk koloni. Tujuan akhir rehabilitasi adalah untuk pemulihan populasi di alam," jelas Iwan.

Sebelum dilepasliarkan, lutung menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penularkan virus dan penyakit di habitat aslinya.

Populasi terancam

Pelepasliaran lutung jawa ke alam bertujuan menambah polulasi dan mencegah kepunahan. Sejak 1999 spesies lutung masuk kategori satwa langka dalam Appendix II karena populasinya terancam punah.

Jumlah populasi lutung jawa terus menyusut sampai 30% akibat perburuan dan semakin menyempitnya luas hutan di Jawa.

Lutung Jawa
Keterangan gambar, Sebelum dilepaskan ke hutan, lutung jawa dilatih untuk beradaptasi.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Jember, Sunandar Trigunajasa, memperkirakan populasi di alam sekitar 2.000 ekor, perburuan menjadi ancaman utama kepunahan untuk diambil daging, diawetkan dan dipelihara.

Upaya menyelamatkan lutung melibatkan para bekas pemburu lutung, salah satunya Samsul Subakri yang akhirnya menjadi relawan JLC.

"Rekor saya sebelas, satu pohon. Kalau monyet ditembak tak mati, ia turun melawan. Kalau lutung, ditembak tidak mati, tidak turun tapi naik lebih tinggi lagi," ungkap Samsul.

Samsul bercerita dia dulu berburu lutung untuk dijual dan diambil dagingnya.

Selama menjadi relawan dia membantu proses rehabilitasi, evakuasi dan konservasi lutung.

Termasuk membantu pelepasliaran lutung di hutan lindung pesisir selatan Kabupaten Malang.

"Kami akan berupaya untuk memonitor. Empat orang mengikuti pergeraakaan. Dua orang akan memonitor pergerakan kelompok ini dan dua orang lain memonitor kelompok lain," jelas Samsul.

Ribuan lutung yang masih tersisa tersebar di kawasan suaka marga satwa, taman nasional dan hutan lindung di Jawa Timur.

<bold>Laporan audio tentang Lutung Jawa ini dapat Anda dengarkan dalam program Lingkungan Kita, yang akan disiarkan Rabu, 6 Mei 2015, melalui <link type="page"><caption> radio mitra BBC Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/institutional/2011/10/110922_mitra" platform="highweb"/></link> di berbagai daerah. </bold>