Amerika Utara dan Selatan berantas campak Jerman

Rubella amat berbahaya bagi perempuan mengandung, khususnya selama tiga bulan pertama masa kehamilan.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Rubella amat berbahaya bagi perempuan mengandung, khususnya selama tiga bulan pertama masa kehamilan.

Kawasan utara dan selatan Benua Amerika menjadi dua wilayah di dunia yang mampu mengeliminasi virus rubella atau biasa disebut campak Jerman setelah tiada satu kasus pun di sana selama lima tahun terakhir.

Sebelum vaksinasi massal dimulai, sedikitnya 20.000 anak lahir dengan mengidap rubella di Benua Amerika. Upaya itu mampu menekan kasus rubella sehingga kasus endemik terakhir yang dilaporkan ialah di Argentina dan Brasil pada 2009.

Fakta bahwa tiada kasus campak Jerman selama lima tahun, menjadikan benua tersebut bebas dari virus rubella.

“Perjuangan melawan rubella menghabiskan lebih dari 15 tahun. Namun, semuanya kini terbayar. Ini adalah pencapaian terbaik di Benua Amerika pada abd ke-21 dalam hal kesehatan publik,” kata Carissa Etienne, direktur Organisasi Kesehatan Pan-Amerika yang merupakan bagian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kawasan utara dan selatan Benua Amerika pernah mengalami wabah rubella pada periode 1964-1965. Khusus di Amerika Serikat, virus itu diberantas pada 2004 lalu.

Akan tetapi, virus rubella tidak lenyap begitu saja. Sekitar 120.000 kasus baru bermunculan setiap tahun, terutama di Asia Tenggara dan Afrika.

Apa yang dimaksud dengan rubella?

  • Rubella juga dikenal dengan sebutan campak Jerman. Penyakit itu disebabkan oleh virus dan menular melalui udara, khususnya ketika orang yang mengidapnya bersin atau batuk.
  • Biasanya rubella menimbulkan ruam pada kulit, demam, nyeri pada persendian, pusing, pilek, dan mata merah.
  • Rubella amat berbahaya bagi perempuan mengandung, khususnya selama tiga bulan pertama masa kehamilan. Virus rubella dapat menyebabkan bayi yang dikandung menyandang autisme, kebutaan, kerusakan pada pendengaran, dan kelainan jantung.