Komisi Eropa akan bahas upaya tangani flu burung

Kasus flu burung membuat Belanda larang pemindahan unggas sementara.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Kasus flu burung membuat Belanda larang pemindahan unggas sementara.

Komisi Eropa akan membahas kebijakan perlindungan darurat setelah virus flu burung dengan strain yang sangat menular ditemukan di sebuah peternakan unggas di Belanda.

Komisi akan menggelar pertemuan pada Senin (17/11), untuk membahas bagaimana penyebaran virus tersebut.

Pemerintah Belanda mengatakan strain, H5N8, dapat berpotensi menyebar ke manusia.

Pihak otoritas telah menghancurkan 150.000 unggas yang terinfeksi di peternakan di sebuah desa di Hekendorp.

"Ini merupakan jenis patologi dari avian influenza yang sangat membahayakan hidup burung," jelas pernyataan pemerintah Belanda.

"Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia."

Di peternakan di Hekendorp ditemukan kasus flu burung strain H5N8

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Di peternakan di Hekendorp ditemukan kasus flu burung strain H5N8

Kementerian Ekonomi Belanda mengatakan manusia dapat terinfeksi jika melakukan kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi.

Otoritas telah memberlakukan larangan pemindahan unggas dan telur secara nasional.

Peternakan di Hekendorp dilaporkan lebih banyak menjual telur dibandingkan unggas. Dan sebagian besar memenuhi pasokan dalam negeri Belanda dan juga diekspor ke Jerman.

Awal bulan ini, sebuah peternakan di Jerman juga mendeteksi kasus infeksi strain H5N8, yang sebelumnya tak pernah dilaporkan terjadi di Eropa.

Di Inggris kasus <link type="page"><caption> penularan flu burung</caption><url href=" http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141117_fluburung" platform="highweb"/></link> juga dilaporkan di sebuah peternakan di Yorkshire Inggris, tetapi otoritas mengatakan risiko penularannya "sangat rendah" dan bukan merupakan H5N1.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, pada tahun 2003 dan Desember 2013 tercatat 648 kasus flu burung pada manusia yang terinfeksi H5N1 di 15 negara, dan 394 kasus kematian.