#TrenSosial: Dosen yang kembangkan jarum fleksibel untuk kanker

vani virdyawan

Sumber gambar, Vani

Keterangan gambar, Vani Virdyawan mengatakan tantangan terbesar adalah mendesain jarum fleksibel.

Mahasiswa doktoral Indonesia ikut mengembangkan jarum fleksibel yang akan digunakan untuk pengobatan dan diagnosis kanker.

Vani Virdyawan yang tengah mengambil program doktoral di Imperial College London (ICL), bergabung dalam program robotic surgery di labolatorium mekatronik medis ICL.

Dalam segmen #KabarDariInggris di <link type="page"><caption> Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10155464794170434" platform="highweb"/></link>, Vani, menjelaskan bahwa penggunaan jarum kaku selama ini menjadi kendala karena tingkat akurasi yang rendah untuk mencapai lokasi kanker.

Jarum fleksibel, menurut Vani, bisa menjadi solusi permasalahan tersebut.

"Jarum bisa disetir untuk menghindari organ yang rentan," tambahnya.

Desain jarum fleksibel

vani virdyawan

Sumber gambar, vani

Keterangan gambar, Vani mengatakan jarum fleksibel dapat digunakan untuk terapi kanker.

Vani, 27, menjelaskan bahwa penggunaan jarum kaku selama ini menjadi kendala karena tingkat akurasi yang rendah terkait lokasi kanker.

Penelitian ini juga memungkinkan dunia medis untuk mengkoreksi titik tujuan yang akan dibedah, tambahnya.

"Tantangan terbesar sekarang adalah bagaimana mendesain jarum fleksibel, sehingga jarum ini nantinya bisa dipakai untuk terapi kanker dan untuk mengambil sampel dari jaringan yang terkena kanker," kata Vani.

"Desain untuk dua fungsi ini belum ada sejauh ini," kata dosen teknik mesin Institut Teknik Bandung (ITB) ini.

"Saya berharap dalam kurun sekitar 10 tahun ke depan, jika nantinya disetujui oleh badan-badan medis terkait, jarum bisa diterapkan untuk terapi kanker," tambahnya.

Wawancara dengan Vani bisa disimak di acara Sains dan Teknologi BBC Indonesia, hari Selasa 28 April 2013, di siaran pukul 05.00 WIB.