WHO desak penyintas Ebola jalani 'seks yang aman'

ebola kondom

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ditemukan jejak virus Ebola pada air mani pasien setelah enam bulan pulih
    • Penulis, Smitha Mundasad
    • Peranan, Reporter Kesehatan, BBC News

Organisasi Kesehatan Dunia WHO mendesak para penyintas --orang yang selamat dari-- wabah Ebola untuk lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seks, untuk memastikan bahwa virus Ebola tidak menulari pasangan mereka.

Peringatan ini diumumkan setelah ditemukannya jejak Ebola pada mani seorang penyintas, lebih dari enam bulan sesudah pulih dari serangan ebola.

Masih belum jelas apakah Ebola masih bisa menyebar pada titik ini. Tetapi para petugas kesehatan telah melakukan penyelidikan lebih jauh untuk mengkaji risiko-risiko yang mungkin muncul.

Bukti baru

Dalam wabah beberapa waktu lalu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Ebola ditularkan dalam hubungan seksual dengan penyintas.

Namun menurut Dr Nathalie Broutet, seorang pejabat kesehatan di WHO, temuan terbaru membuat para ahli untuk memperketat seruan soal itu.

Dr Broutet mengatakan kepada BBC: "Ini pasien pertama yang kami temukan menunjukkan jejak virus di air maninya lebih dari tiga bulan (setelah pulih dari serangan Ebola).

"Ini membuat kami mengubah rekomendasi kami jadi melewati tiga bulan."

Rekomendasi baru itu adalah: "Untuk meningkatkan keamanan dan pencegahan terhadap infeksi melalui hubungan seksual, para penyintas Ebola perlu mempertimbangkan penggunaan kondom yang benar dan konsisten dalam segala hubungan seksual lebih dari tiga bulan (sesudah bebas dari Ebola), hingga diperoleh informasi lebih lanjut."

Sebelumnya, rekomendasi dan panduan WHO menyarankan tidak melakukan hubungan seksual hingga 90 hari setelah simptom Ebola pertama kali berkembang.

Para ilmuwan akan mengirim sampel air mani itu ke Pusat Pengawasan Penyebaran Penyakit Menular di Amerika Serikatuntuk mengkaji apakah jejak Ebola yang mereka temukan masih aktif dan bisa menyebar.

Menurut WHO, sejauh ini tak ada bukti yang menunjukkan adanya virus Ebola aktif pada cairan Vagina dari orang yang telah pulih dari Ebola.

Ebola diketahui menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dari orang yang membawa virus aktif dan menunjukkan simptonm penyakit itu, seperti demam tinggi.