Sasaran pendidikan untuk semua anak tidak tercapai

Sumber gambar, AP
Tekad agar semua anak-anak di dunia mendapat pendidikan dasar pada tahun 2015, yang dicanangkan para pemimpin dunia sebagai sasaran milenium- resmi tidak tercapai.
Badan PBB untuk urusan pendidikan dan budaya, UNESCO, mengatakan sekitar 58 juta anak-anak masih belum mendapat akses untuk pendidikan dasar dan 1000 juta tidak menyelesaikan pendidikan dasar.
Bagaimanapun Dirjen UNESCO, Irina Bokova, mengatakan bahwa tercapai 'kemajuan yang besar' dalam pendididikan global.

Sumber gambar, AP
Enam tekad global ditandatangani oleh 164 negara pada April 2000 dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan secara sistematis selama 15 tahun mendatang.
Tidak satupun dari tekad tersebut yang tercapai pada batas waktu tahun 2015, namun dibandingkan dengan kecenderungan tahun 1990-an, situasi saat ini lebih baik.
"Jutaan anak-anak lebih banyak berada di sekolah dibandingkan jika kecenderungan pada tahun 1990-an yang bertahan," tegas Bokova.
Menurut UNESCO, kekurangan dana mencapai sebesar US$22 miliar jika sasaran untuk menempatkan semua anak-anak ke sekolah dasar ingin dicapai.
Sebagian besar dari anak-anak yang tidak menikmati akses pendidikan dasar adalah anak perempuan dari keluarga miskin di negara-negara Afrika yang berada di bawah Sahara.
Selain kurangnya dana, hambatan untuk menciptakan sekolah-sekolah dasar antara lain disebabkan konflik, kemiskinan, diskriminasi, pemerintahan yang buruk dan meningkatnya junmlah penduduk.
Tekad pendidikan global

Sumber gambar, AP
- Memperluas perawatan dan pendidikan dini: Dicapai oleh sekitar 47% negara dengan lebih dari dua pertiga anak menikmati pendidikan dini dibandung tahun 1999.
- Pendidikan dasar global: Dicapai 52% negara.
- Akses yang sama untuk belajar: Pendaftaran yang seimbang di sekolah menengah pertama di 46% negara. Namun di negara berpendapatan rendah, satu dari tiga kaum muda tidak bisa menyelesaikan pendidikan menengah pertama.
- Melek huruf dewasa: Buta huruf berkurang 50%. Hanya satu dari empat negara yang mencapai sasaran ini. Di kawasan Afika di bawah Sahara, setengah perempuan tetap buta huruf.
- Kesetaraan gender: Di 69% negara, terdapat kesetaraan gender untuk sekolah dasar namun untuk sekolah menengah hanya di 48%.
- Peningkatan kualitas pendidikan: Rasio guru-murid sudah meningkat di tiga negara lebih dari empat negara. Namun untuk mencapai sasaran di pendidikan dasar, diperlukan tambahan empat juta guru.









