#TrenSosial: Mahasiswa di Hadramaut masih main bola

Sumber gambar, Rofik Anwari
Sejumlah mahasiswa Indonesia di Hadramaut, Yaman, mengatakan masih bisa bermain bola karena situasi di sana masih aman dan tidak ingin dipulangkan.
Rofik Anwari, ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di provinsi Hadramaut mengatakan aktivitas sehari-hari di kawasan itu lancar dan mereka masih dapat kuliah dan bermain bola seperti biasa.
<link type="page"><caption> Sekitar 300 WNI</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150401_yaman_wni_evakuasi" platform="highweb"/></link>, termasuk pelajar dan staf Kedutaan Besar Indonesia, yang tinggal di ibu kota Yaman, Sanaa dan sekitarnya, telah dievakuasi melalui kota pelabuhan Hudaydah ke perbatasan Arab Saudi Rabu (01/04).
Namun sekitar 100 WNI lainnya masih terjebak perang di Aden dan pemerintah tengah mengirim kapal dari Djibouti di pantai timur Afrika untuk menjemput mereka.

Sumber gambar, Rofik Anwari
Data KBRI di Sanaa menyebutkan jumlah WNI di Yaman tercatat 4.159 orang, dan sebagian besar berada di bagian timur, terutama di kawasan Hadramaut untuk kuliah.
Lulus dua bulan lagi
Rofik, mahasiswa jurusan Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al Ahgaff, Tarim Hadramaut, merupakan satu dari sejumlah mahasiswa Indonesia di Hadramaut tidak ikut daftar evakuasi karena masih merasa aman.

Sumber gambar, Rofik Anwari
Mahasiswa asal Balung, Jember ini mengatakan aktivitas masih lancar dan sebagian teman masih bermain bola seperti biasa.
"Yang ada jadwal kuliah, tetap kuliah dan sore masyarakat seperti biasa. Kita masih merasa aman dan tidak ikut daftar evakuasi. Apalagi saya yang sudah mau lulus dua bulan lagi," kata Rofik kepada BBC Indonesia.

Sumber gambar, Rofik Anwari
Yang ikut kelas menghafal Al Quran juga masih berjalan, kata Rofik.
"Jumlah pelajar Indonesia di provinsi Hadramaut sekitar 1.800an orang. Di Tarim saja sekitar 1.300 orang," tambahnya.











