Divisi untuk tanggapi 'ekstremisme' di sekolah Inggris

Mohammed Emwazi
Keterangan gambar, Mohammed Emwazi antara lain pernah bersekolah di Quintin Kynaston Academy di London.

Departemen Pendidikan Inggris akan menyelidiki sekolah-sekolah yang terkait dengan murid-murid yang pergi ke Suriah.

"Pemahaman kami dalam menangani ektremisme dan cara memonitor kemampuan sekolah dalam menanggapinya sudah lebih maju dalam beberapa tahun belakangan," seperti tertulis dalam pernyataan juru bicara Departmen Pendidikan.

Sebagai bagian dari upaya itu, pemerintah membentuk Divisi Kepatutan dan Kontraekstremisme di Departemen Pendidikan yang bertujuan antara lain untuk memahami persoalannya.

Divisi juga diharapkan bisa menawarkan bantuan ke sekolah yang muridnya atau mantan muridnya pergi ke Suriah atau kawasan-kawasan bermasalah lainnya.

"Sekretaris negara sudah meminta untuk mengkaji sekolah-sekolah yang memiliki bukti kaitan dengan murid-murid yang pergi ke Suriah guna melihat apakah ada yang bisa dipelajari untuk masa depan."

Kasus tiga siswi London

Kadiza, Amira, dan Shamima bersekolah di Bethnal Green Academy.

Sumber gambar, Met Police

Keterangan gambar, Kadiza, Amira, dan Shamima bersekolah di Bethnal Green Academy.

Pria yang disebut bernama <link type="page"><caption> Jihadi John -yang tampak dalam video pemenggalan sandera</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150226_identitas_jihadi_john" platform="highweb"/></link> kelompok Negara Islam atau ISIS- pernah bersekolah di Quintin Kynaston Academy London barat daya.

Jo Shuter, mantan kepala sekolah tempat Mohammed Emwazi -nama asli Jihadi John- sudah membantah kalau dia diradikalisasi di sekolah.

Demikian juga dengan <link type="page"><caption> tiga remaja perempuan yang diduga pergi ke Suriah melalui Turki</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150221_tiga_siswa_london_gabung_isis" platform="highweb"/></link> yang merupakan murid Bethnal Green Academy di London Timur.

Salah seorang siswa sekolah itu sudah lebih dulu pergi ke Suriah dan pernah menjalin kontak dengan tiga murid bernama Amira Abase, Shamima Begum, dan Kadiza Sultana tersebut.

Kepala Sekolahnya, Mark Keary, sudah menegaskan r<link type="page"><caption> adikalisasi atas ketiga muridnya bukan di sekolah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/02/150223_pendidikan_militan" platform="highweb"/></link>.