Pelacak penerbangan jarak jauh akan diuji coba

Sumber gambar, EPA
Australia, Indonesia, dan Malaysia akan menguji coba sebuah metode baru untuk melacak pesawat, sekitar setahun setelah hilangnya pesawat Malaysia Airlines.
Walau upaya pencarian sudah dilakukan secara meluas, pesawat dengan <link type="page"><caption> kode penerbangan MH370 -yang hilang kontak dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing-</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/malaysia_malaysia_airlines" platform="highweb"/></link> masih belum ditemukan.
Pesawat yang membawa 239 penumpang dan awak itu kehilangan kontak pada tanggal 8 Maret 2014 lalu.
Sistem yang akan diuji itu akan melacak pesawat setiap 15 menit atau meningkat dari 30 hingga 40 menit yang sekarang ini.
Namun sistem diharapkan akan meningkatkan pelacakan menjadi setiap lima menit jika terjadi penyimpangan dari arah penerbangan yang semestinya.

Sumber gambar, AMSA
Teknologi yang digunakan sebenarnya sudah terpasang di hampir semua pesawat untuk penerbangan jarak jauh.
Menteri Perhubungan Australia, Warren Truss, menegaskan sistem baru bukan yang pertama di dunia dan mengingatkan bahwa tetap saja tidak menjamin bahwa <link type="page"><caption> misteri seperti yang dialami MH370</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140318_teori_mh_hilang" platform="highweb"/></link> tidak akan terulang.
"Namun paling tidak akan melacak pesawat dalam waktu 15 menit," jelasnya.
Uji coba akan dimulai untuk penerbangan dari kota Brisbane, Australia, sebelum diperluas ke Indonesia dan Malaysia.
<link type="page"><caption> Para penyidik penerbangan melakukan upaya pencarian MH370 di kawasan Samudra HIndia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141006_mh370_cari" platform="highweb"/></link> di lepas pantai barat Australia.











