Apple larang 'bonded labour' di pabriknya di Cina

Sumber gambar, BBC World Service
Produsen telepon pintar Apple melarang bonded labour, praktik yang mewajibkan karyawan baru membayar biaya, di pabrik-pabriknya di Cina
Larangan ini diberlakukan setelah muncul audit mengenai kondisi kerja di pabrik-pabrik yang membuat produk-produk Apple. Audit diadakan menyusul berbagai kecaman mengenai kondisi kerja di sebagian pabrik <link type="page"><caption> Apple</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/search/?q=apple" platform="highweb"/></link>.
Hasil audit menyebutkan bahwa Apple sebenarnya sudah memberitahukan kepada para pemasok pada bulan Oktober tahun 2014 bahwa Apple melarang bonded labour mulai awal tahun ini.
"Biaya seharusnya ditanggung pemasok, dan Apple pada akhirnya mengganti biaya tersebut ketika membayar pemasok, dan kami tidak menemukan masalah dengan hal itu," kata Jeff Williams, wakil presiden Apple bidang operasional.
Bonded labour terjadi ketika karyawan baru dipungut biaya -kadang-kadang besarnya sama dengan satu bulan gaji atau bahkan lebih- sebagai jasa memperkenalkan kepada pabrik.
Biaya tersebut biasanya ditarik oleh perekrut pihak ketiga.
Dengan praktik seperti itu, banyak karyawan menanggung utang ketika baru mulai bekerja.
Sebagian karyawan dipaksa menyerahkan paspor atau kartu identitas lain.










