#TrenSosial: Jakarta kota termacet di dunia, apa kata warga?

"Bikin naik darah," kata pengguna Facebook, KaMandala P, ketika berbicara tentang kemacetan yang menjadi-jadi.
Jakarta baru saja dinobatkan sebagai kota paling macet di dunia berdasarkan indeks Castrol's Magnatec Stop-Start. Indeks ini mengukur waktu mobil berhenti dan berjalan per kilometer dan Jakarta berada di peringkat teratas dengan 33.240 kali berhenti-berjalan per tahun.
Sementara kota Surabaya berada di tempat keempat, sesudah Istanbul dan Mexico City.
Fransiska Meily Zhang mengatakan perjalanan dari daerah Rasuna Said, Kuningan sampai Karet Tengsin pernah ditempuh dua setengah jam. "Itu kalau jalan kaki, 30 menit juga palingan sudah sampai," katanya melalui Facebook BBC Indonesia.
Adapun Ema Hartati mengaku menghabiskan enam jam tiap hari di jalan. "Setiap hari saya duduk di bus dengan kemacetan menuju Sarinah-Thamrin bisa berangkat tiga jam, pulangnya tiga jam."
Warga Manado juga ikut komentar dan menulis "Oktober 2014 aku ke Jakarta kemudian ingin jalan-jalan ke mall baru," kata Lilies Supartini. "Dari depok ke tempat itu macetnya...minta ampun. Awalnya aku menikmati kemacetan itu karena di Manado tidak semacet itu. Lama-lama aku bete....dan ingin buru-buru balik ke Manado. Enggak tahan, panas, macet. Wow! Goodbye Jakarta."
Kurang fokus
Pengamat Transportasi, Darmaningtyas, mengatakan sistem transportasi di DKI Jakarta dalam masa pemerintahan Jakarta Baru (sejak Oktober 2012) malah tambah buruk.
"Pengguna Transjakarta misalnya pada 2014 turun lebih dari 10 juta dibandingkan 2013 artinya kinerjanya turun, sementara Metro Mini dan mikrolet juga belum berubah," katanya kepada BBC Indonesia.

Sumber gambar, Reuters
Dia mengatakan perbaikan Transjakarta sangat penting untuk membuat pengguna mobil beralih ke angkutan umum. Darmaningtyas mencontohkan kesuksesan kereta KRL Commuter Line yang dalam waktu 1,5 tahun penumpangnya bisa naik dua kali lipat. "Solusinya Ahok (Gubernur Jakarta) itu tidak perlu banyak berwacana, fokus saja beresi Transjakarta," katanya kepada BBC Indonesia.
Program perbaikan TransJakarta saat ini memang menjadi salah satu program pemerintah, salah satu upayanya adalah dengan menerapkan sistem tiket elektronik dan penambahan armada bus.
Selain itu, Ahok juga mulai melarang lewatnya sepeda motor di Jalan Thamrin dan Merdeka Barat. Sementara proyek Mass Rapid Transit (MRT) diperkirakan akan selesai pada 2018 mendatang.
Ahok mengakui kemacetan Jakarta saat ini memang sudah parah. "Saya akui itu. Tapi kita juga tidak bisa berdiam diri saja dengan keadaan ini," katanya seperti dikutip Antara.com.
Namun seberapapun semerawutnya ibu kota, sejumlah warga tetap merasa bangga. "Mau kota termacet kek, terbanjir, terbanyak mall-nya kek. Gue tetap bangga punya ibu kota negara Jakarta gitu loh," kata Mardani Hary dari Facebook BBC Indonesia.













