#TrenSosial: Kemarahan di media sosial Arab terkait dibakarnya pilot Yordania

Sumber gambar, AFP
Media sosial di Arab mengungkapkan kemarahan terkait tewasnya pilot Yordania yang dibakar hidup-hidup oleh kelompok yang menyebut diri sebagai Negara Islam atau ISIS.
Tagar dalam bahasa Arab #ISIS_membakar_pilot_Yordania disinggung sebanyak 370.000 kali dalam beberapa jam mengacu pada pilot Moaz al-Kasasbeh.
Sementara tagar #kami_semua_adalah_Moaz serta #Martir_Moaz, disinggung sebanyak 61.000 kali.
Tagar dalam bahasa Inggris #SayaMoaz mendapat respons 24.000 kali sementara #ISIS_BUKAN_Muslim sebanyak 55.000.
Namun ada sebagian komentar di Twitter dan Facebook yang mendukung dengan alasan Kasasbeh membunuh orang dalam serangannya terhadap ISIS.
Raja Abdullah II kembali ke Yordania Rabu (04/02) untuk mengadakan pertemuan darurat setelah mempersingkat kunjungan ke Amerika Serikat menyusul <link type="page"><caption> dibunuhnya Kasasbeh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150203_isis_moaz_sandera" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, AFP
Raja Abdullah mendarat di Amman satu hari setelah ISIS memasang video yang menunjukkan Kasasbeh dibakar hidup-hidup.
Kasasbeh ditangkap setelah pesawatnya jatuh saat melancarkan misi menggempur ISIS di Suriah Desember lalu.

Sumber gambar, AFP
Menanggapi langkah ISIS ini, Yordania mengeksekusi dua narapidana, Sajida al-Rishawi, yang ditangkap setelah gagal melakukan misi bom bunuh diri, dan Ziyad Karboli seorang anggota al-Qaida.
Sejumlah pengguna Twitter menyambut eksekusi ini dengan tagar dalam bahasa Arab #eksekusi_Sajida-al-Rishawi digunakan 3.000 kali.
Foto-foto Kasasbeh dibakar hidup-hidup muncul di sejumlah surat kabar di Mesir, Irak, Arab Saudi dan Lebanon namun tidak masuk di koran Yordania.












