Uruguay dilanda perselisihan patung elang Nazi

Sumber gambar, alfredo etchegaray
Kecamuk Perang Dunia II tidak pernah terjadi di kawasan Amerika Selatan, tetapi sebuah patung perunggu berbentuk elang Nazi yang berhasil diselamatkan dari kapal Jerman yang tenggelam di perairan itu telah menimbulkan perselisihan hingga kini.
Patung seberat empat ton itu diangkat dari reruntuhan kapal Jerman peninggalan Perang Dunia II, Graf Spee, pada 2006 lalu, dan semenjak saat itulah polemik mulai muncul.
Sebelum tenggelam, patung itu menempel di buritan kapal tersebut yang tenggelam akibat ditembak kapal angkatan laut Inggris di perairan Uruguay.
Saat ini, patung disimpan di sebuah gudang milik Angkatan Laut Uruguay, setelah sempat menjadi sengketa hukum antara pemerintah Uruguay dan pihak swasta yang menemukan potongan patung tersebut di dasar laut.
Melalui proses hukum di pengadilan yang berlarut-larut, Mahkamah Agung Uruguay memenangkan pemerintah Uruguay sebagai pemilik sah patung perunggu tersebut, tetapi sekaligus memutuskan pihak swasta berhak atas keuntungan 50% apabila benda itu dijual.
Pengusaha Alfredo Etchegaray, salah satu orang yang memimpin operasi penyelamatan patung simbol Nazi itu, mengatakan kepada BBC bahwa benda tersebut bisa bernilai hingga US$15 juta atau sekitar Rp180 miliar.
Dia juga menginginkan agar pemerintah Uruguay membuat replika patung itu jika patung aslinya terjual.

Namun sejauh ini, pemerintah Uruguay belum memutuskan untuk menjual benda bersejarah itu.
Jerman memprotes
Tetapi persoalan tidak berhenti sampai di sini. Pasalnya, Pemerintah Uruguay dan Jerman ternyata terlibat pula perselisihan soal keberadaan patung itu.
Sekitar empat tahun lalu, Pemerintah Uruguay sempat memamerkannya di lobi sebuah hotel di Montevideo sehingga menimbulkan perselisihan diplomatik dengan pemerintah Jerman.
Melalui kantor kedutaan besarnya di Montevideo, Jerman mengeluhkan sikap Uruguay yang memamerkan benda itu karena dianggap mengkampanyekan ideologi dan simbol Nazi.
Pemerintah Jerman khawatir keberadaan patung perunggu itu akan jatuh kepada orang-orang pendukung Nazi di Uruguay.
"Kami ingin sisa-sisa dari kapal Jerman yang tenggelam itu harus ditangani dengan benar," kata Duta besar Jerman di Uruguay, Guido Westerwelle, saat itu.
"Kami ingin mencegah reruntuhan dari kapal, khususnya simbol Nazi, terjual ke pasaran dan disalahgunakan untuk kepentingan lain."

Sumber gambar, alfredo etchegaray
Bagaimanapun, patung itu kini berada dibawah kendali pihak militer Uruguay dalam sembilan tahun terakhir. Mereka mengklaim terus merawat benda itu agar tidak rusak.
Rupanya, patung elang dan simbol Nazi itu tidak hanya menjadi saksi bisu pertempuran laut di awal Perang Dunia II, tetapi juga memiliki catatan panjang dalam perselisihan hukum dan diplomatik.









