Occupy London gagal berkemah di Lapangan Parlemen

Lapangan Parlemen

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Polisi menutup Lapangan Parlemen dengan pagar besi yang dikawal.

Para pegiat dari kelompok pengunjuk rasa Occupy London atau Duduki London dicegah polisi untuk mendirikan kemah di Lapangan Parlemen di seberang gedung parlemen Inggris.

Mereka berupaya masuk ke lapangan itu, Jumat (21/11) malam, pada awal unjuk rasa yang direncanakan akan berlangsung selama tiga hari.

Sekitar 100 pengunjuk rasa sudah berkumpul pada Jumat petang untuk berkemah.

Namun kepolosian Metropolitan mengatakan penggagas demo 'gagal menghubungi' kepolisian dan menggunakan Undang-undang Ketertiban Umum untuk mencegah mereka mendirikan kemah di sana.

Berdasarkan UU tahun 2011, pengunjuk rasa dilarang mendirikan kemah di Lapangan Parlemen. Peraturan itu diberlakukan setelah berlangsungnya aksi unjuk rasa antiperang yang berkepanjangan di lapangan yang terletak di kawasan yang menjadi tujuan wisata turis tersebut.

Lapangan Parlemen

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Para pengunjuk rasa Occupy London gagal berkemah di Lapangan Parlemen.

Bulan Februari 2012, para anggota Occupy London akhirnya diusir dari halaman depan Katedral St Paul setelah berkemah selama empat bulan.

Occupy Lodon merupakan gerakan unjuk rasa dunia yang dalam situsnya menyatakan berjuang untuk sebuah sistem politik dan ekonomi yang menempatkan manusia, demokrasi, dan lingkungan lebih penting dari keuntungan.

Dalam aksinya bulan lalu selama sembilan hari di Lapangan Parlemen, sempat terjadi bentrokan antara mereka dan polisi.