Bentrokan warnai protes anti Piet Hitam

Demonstran anti-Piet Hitam menganggap tokoh itu ialah cerminan perilaku rasisme.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Demonstran anti-Piet Hitam menganggap tokoh itu ialah cerminan perilaku rasisme.

Bentrokan antara kepolisian dan demonstran mewarnai permulaan prosesi Sinterklaas di Kota Gouda, Belanda.

Kepolisian mengatakan sebanyak 90 orang telah ditahan lantaran mereka dilarang berdemonstrasi di lokasi prosesi. Karena para demonstran berkeras untuk bertahan, bentrokan pun tidak terelakkan.

Kota Gouda dipilih sebagai penyelenggara awal prosesi Sinterklaas di Belanda. Festival itu ialah bagian dari rangkaian perayaan menyambut Natal.

Dalam cerita anak-anak negara itu, Sinterklaas digambarkan datang dari Spanyol menggunakan kapal uap. Bersama dia, turut sejumlah pembantunya yang bernama Piet Hitam.

Sinterklaas di Belanda selalu ditemani para pembantunya yang berkulit hitam.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sinterklaas di Belanda selalu ditemani para pembantunya yang berkulit hitam.

Secara tradisi, Piet Hitam diperankan oleh orang-orang kulit putih yang mengecat hitam diri mereka, memakai wig kribo, dan memerahkan bibir.

Sebagian warga Belanda menganggap hal tersebut bagian dari tradisi dan menggelitik. Namun, di sisi lain, ada pula yang memandang Piet Hitam sebagai perilaku rasis.

Di Gouda, saat prosesi digelar, puluhan orang memajang spanduk bertuliskan ‘Piet Hitam ialah rasis’.

Tahun lalu, ratusan orang juga menggelar <link type="page"><caption> protes serupa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/07/140704_majalah_piet_hitam" platform="highweb"/></link> di Amsterdam.

Imbasnya, awal tahun ini, pengadilan wilayah Amsterdam mengatakan Piet Hitam “dengan bibir tebal merah, digambarkan sebagai orang bodoh, membangkitkan stereotipe negatif terhadap orang-orang berkulit hitam”.

Pengadilan lalu memerintahkan otorita Kota Amsterdam untuk meninjau ulang penyelenggaraan Natal yang menyertakan Piet Hitam.