Intel danai temuan pelajar usia 13 tahun

Banerjee mesin Braille
Keterangan gambar, Banerjee remaja asal California dipercaya perusahaan teknologi Intel untuk membuat mesin Braille.

Remaja laki-laki berumur 13 tahun asal California memperoleh dana dari perusahaan teknologi Intel untuk membuat mesin cetak Braille.

Pihak Intel tidak mengungkap jumlah pasti yang akan diberikan kepada Shubham Banerjee. Tapi menurut kantor berita Reuters nilainya "beberapa ratus ribu dolar".

Remaja itu menjadi terkenal setelah memamerkan prototipe mesin cetak dalam bentuk Lego, di Gedung Putih, ketika dia berusia 12 tahun.

Saat ini, memang hanya sebagian kecil orang buta menggunakan Braille.

The Royal National Institute of Blind People (RNIB) memperkirakan sekitar 4% anak dan remaja tunanetra di Inggris menggunakan Braille.

Meski begitu, badan amal menyambut baik kabar tersebut.

"Kami menyambut baik investasi di bidang teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari bagi sejumlah orang buta," kata Clive Gardiner, kepala RNIB bidang membaca dan layanan digital.

"Kami salut dengan inisiatif entrepreneur muda yang brilian."

"Huruf Braille elektronik berpotensi besar, tapi tingginya biaya menjadi hambatan. Sejumlah inovasi baru untuk mesin cetak murah Braille seperti ini dapat mengubah pilihan membaca bagi sejumlah orang yang tidak dapat melihat."

"Kami menanti kabar kemajuan selanjutnya."

Sampai saat ini, perusahaan Banerjee yang bernama Braigo Labs mengandalkan biaya orang tuanya senilai US$35.000 untuk memulai bisnis.

Remaja ini berharap nantinya dia bisa menjual model komersial dengan biaya sekitar US$350 atau lima kali lebih murah dibanding mesin yang kini beredar di pasar.