Karya 'yatim piatu' kini bisa diakses

Sumber gambar, Tate
Jutaan karya seni dalam bentuk foto, rekaman suara, surat, dan catatan harian di Inggris yang tidak bisa diketahui pemegang hak ciptanya kini bisa digunakan tanpa melanggar hukum.
Pemerintah Inggris memperkirakan terdapat sekitar 91 juta karya seni seperti itu yang sering disebut dengan istilah 'karya seni yatim piatu'.
Berdasarkan sebuah skema baru, maka museum, penerbit, dan pembuat film bisa menggunakan karya tersebut asalkan mereka sudah melakukan pencarian yang seksama atas pemilik hak ciptanya.
Menteri Hak Kekayaan Intelektual Inggris, Baroness Neville-Rolfe, mengatakan skema baru yang mulai berlaku Rabu 29 Oktober memgungkinkan akses atas karya-karya budaya yang penting.
Namun para juru foto khawatir skema tersebut akan memungkinkan orang untuk mengambil foto mereka dari internet.
Tahun lalu, juru foto dan ilustrator meluncurkan sebuah petisi yang mengeluhkan bahwa karya mereka di internet bisa digunakan oleh orang yang melakukan "upaya seadaanya untuk mencari pemilik hak ciptanya".
Menurut Baroness Neville-Rolfe, perlindungan atas pemilik hak cipta tentap menjadi inti dari skema baru ini.
"Skema ini dirancang untuk melindungi pemegang hak dan memberi mereka imbalan yang tepat jika mereka muncul belakangan namun pada saat bersamaan menjamin warga dan konsumen bisa mendapat akses untuk kreasi-kreasi di negara ini dengan mudah," jelasnya.









