Paris menggelar pameran Kama Sutra

Pameran Kama Sutra

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kurator pameran menegaskan Kama Sutra sebagai 'buku kehidupan'.

Sebuah pameran untuk mengkaji Kama Sutra, yang sering dianggap sebagai buku pegangan hubungan seks, berlangsung di Paris hingga Januari 2015.

Pameran di Galeri Pinacothèque itu diharapkan mengubah konsepsi di dunia Barat yang selama ini dianggap kurang tepat tentang buku klasik Hindu yang diduga ditulis pada abad keempat tersebut.

Sebanyak 350 patung, lukisan, dan sejumlah barang-barang kehidupan sehari-hari ditampilkan untuk menghadirkan makna dari Kama Sutra.

"Saya ingin pengunjung melihatnya sebagai buku kehidupan, sebagai buku tentang kesenangan, buku yang merayakan nuansa yang baik tentang gaya hidup dan estetika," tutur kurator pameran, Alka Pande, kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan pameran di Pinacotheque, yang berlangsung mulai Oktober hingga pertengahan Januari 2015, bukan hanya erotis tapi juga tentang musik dan tarian, tentang bagaimana hidup dengan baik.

Menurut Pande, seks di India secara tradisional dilihat sebagai cara untuk melihat dunia namun dunia Barat sering membatasinya pada erotika semata.

Pameran Kama Sutra

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pameran Kama Sutra di Paris berlangsung hingga pertengahan Januari 2015.

Warga Paris belakangan ini sedang diramaikan dengan 'karya seni' yang terkait seks.

Pekan lalu, sebuah <link type="page"><caption> patung berbentuk alat bantu seks roboh karena disabotase</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/10/141019_seni_paris" platform="highweb"/></link> hanya beberapa hari setelah didirikan setelah sejumlah orang menganggapnya tidak pantas dipajang di ibukota Prancis itu.