Perusahaan Cina Alibaba masuk bursa New York

Sumber gambar, Getty
Alibaba mungkin merupakan bisnis internet terbesar yang belum pernah Anda dengar.
Walaupun mendominasi pasar internet <link type="page"><caption> Cina,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/cina/" platform="highweb"/></link> perusahaan ini belum mencapai kesuksesan di skala global.
Namun dengan akan masuknya perusahaan ke bursa saham New York, mungkin minggu depan, hal ini dapat berubah dan merek ini mungkin nantinya bisa berdiri sejajar dengan Facebook, Amazon dan eBay sebagai perusahaan raksasa di dunia online.
Pelepasan saham Alibaba di Amerika Serikat ini <link type="page"><caption> diperkirakan merupakan salah satu yang terbesar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/05/140507_bisnis_saham_alibaba.shtml" platform="highweb"/></link> dalam sejarah saham AS.
Berikut beberapa hal tentang Alibaba.
Bidang usaha Alibaba
Alibaba.com didirikan oleh pendirinya Jack Ma tahun 1999. Situs internet ini membantu menghubungkan para eksportir di Cina (dan negara lainnya) dengan perusahaan di sekitar 190 negara di seluruh dunia.
Dengan sistem ini sebuah perusahaan di Indonesia misalnya dapat menemukan produsen di Cina dan mengatur agar produk yang diinginkan dibuat dan dikirimkan.
Namun bukan itu saja yang dimiliki Alibaba.
Mereka juga memiliki situs internet belanja terbesar di Cina, yang menawarkan barang bermerek untuk kelas menengah yang baru muncul di Cina, situs pembayaran online yang beroperasi seperti Paypal, perusahaan yang menawarkan pemasaran online, komputasi awan dan operasi logistik serta banyak lagi, termasuk saham di klub sepak bola paling sukses di Cina.
Rahasia kesuksesan
Alibaba tumbuh dari perusahaan perintis yang mempekerjakan 18 karyawan pada tahun 1999 sampai menjadi perusahaan yang hadir di seluruh dunia dengan 22.000 karyawan.
Kesuksesan ini semata-mata karena kemampuan perusahaan memanfaatkan dunia perdagangan internet. Pangsa pasar mereka di penjualan internet di Cina mencapai 80%.
Alibaba juga memanfaatkan pasar online yang terus berkembang untuk memelopori teknologi ponsel cerdas di negara itu.
Alhasil, Alibaba kini menguasai lebih dari 75% semua ritel penjualan telepon genggam di Cina.
Bukan sembarang bos
Kesuksesan ini melambungkan pula posisi sang pendiri, Jack Ma, yang dikenal senang berpakaian eksentrik.

Sumber gambar, Getty
Pada ulang tahun perusahaannya yang ke-10, Jack Ma terlihat mengenakan pakaian kulit dengan wig ala Mohican, lipstik, dan cincin di hidung serta menyanyikan lagu Elton John, Can You Feel the Love Tonight, di hadapan 16.000 karyawannya.
Kantor berita Bloomberg memperkirakan Jack kini memiliki kekayaan US$22 miliar.









