Kerala tunda larangan minuman keras

Sumber gambar, AFP
Negara bagian Kerala, India, menunda larangan minuman keras setelah rencana tersebut dibekukan oleh Mahkamah Agung, hari Kamis (11/09).
Putusan MA berlaku hingga akhir September setelah muncul protes dari para pemilik bar dan hotel.
MA mengatakan pembekuan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada pemilik bar dan hotel menyampaikan petisi keberatan, yang sejak awal mengatakan bahwa pelarangan ini diskriminatif dan akan merugikan sektor pariwisata.
Tadinya pemerintah negara bagian Kerala berencana akan menutup lebih dari 700 bar dan hotel.
Namun hakim agung Anil R Dave, mempertanyakan <link type="page"><caption> proposal pelarangan minuman keras</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/08/140822_bisnis_kerala_alkohol.shtml" platform="highweb"/></link> yang ia anggap bersifat parsial.
"Jika ada pelarangan, mestinya diterapkan pelarangan menyeluruh, seperti yang terjadi di Gujarat," kata Dave.
Dalam proposal yang diajukan pemerintah negara bagian Kerala disebutkan bahwa hotel-hotel berbintang akan mendapat perkecualian dari larangan ini.
Selain itu larangan penjualan dan konsumsi minuman keras, menurut rencana ini, hanya berlaku di hari-hari tertentu.
Konsumi minuman keras di Kerala termasuk yang paling tinggi di India.
Konsumsi alkohol tahunan per orang secara nasional diperkirakan sekitar 5,7 liter.









