Saran tes kecenderungan seksual di India

Sumber gambar, Reuters
Para ahli kesehatan dan sosial mengecam saran Pengadilan Tinggi Madras agar pria dan wanita sebaiknya menjalani tes kecenderungan seksual sebelum menikah.
Hakim di pengadilan tinggi itu, N. Kirubakaran, mengatakan tes kecenderungan seksual itu diperlukan karena terlalu banyak perkawinan yang gagal karena yang disebutnya sebagai 'impotensi' atau 'frigid'.
Dia menambahkan ada kaum pria yang menikah namun menyembunyikan masalah seksualnya sehingga melanggar hak-hak perempuan.
Wartawan BBC untuk urusan Asia Selatan, Charles Haviland, mengatakan Kirubakaran akan menggelar sidang khusus di pengadilan untuk membahas masalah itu pada Sabtu, 13 September mendatang.
Namun ahli kedokteran dan sosial menegaskan bahwa kewajiban untuk tes kecenderungan seksual merupakan pelanggaran atas hak-hak pribadi dan tidak tepat.
Selain itu, menurut para ahli, disfungsi seksual seringkali bersifat sementara dan penyebabnya amat beragam.
Para pegiat kebebasan sipil mengecam rencana ini karena menegaskan kembali pandangan kuno bahwa reproduksi menjadi satu-satunya tujuan dari sebuah perkawinan.





