Ekonomi Jepang lebih buruk dari perkiraan

jepang

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Konsumsi perseorangan mewakili sekitar 60% dari kegiatan ekonomi Jepang.

Ekonomi Jepang mengecil 1,8% di periode April-Juni, lebih buruk dari perkiraan sehingga muncul semakin banyak pertanyaan tentang kebijakan ekonomi pemerintah.

Data resmi memastikan <link type="page"><caption> negara dengan perekonomian</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/08/140813_bisnis_jepang_turun.shtml" platform="highweb"/></link> ketiga terbesar dunia menderita kontraksi kuartal tertajam sejak bencana gempa 2011.

Secara tahunan ini berarti Produk Domestik Bruto turun 7,1%.

Penurunan disebabkan diterapkannya pajak penjualan konsumen di bulan April dengan kenaikan lanjutan dijadwalkan diterapkan pada tahun 2015.

Dikeluarkannya data resmi perbaikan pada hari Senin 8 September diikuti perkiraan PDB pendahuluan yang menyebutkan kontraksi kuartal kedua sebesar 1,7% dengan tingkat tahunan sebesar 6,8%.

Pada kuartal pertama 2014, ekonomi tumbuh sebesar 1,5%.

Faktor terbesar satu-satunya di balik kontraksi pada kuartal kedua diperkirakan adalah peningkatan pajak penjualan negara di bulan April, dari 5% menjadi 8%.

Sekarang muncul desakan terhadap Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menunda peningkatan lanjutan tahun depan, sementara bank sentral kembali menghadapi desakan untuk memperluas program stimulus.

Konsumsi perseorangan mewakili sekitar 60% dari kegiatan ekonomi Jepang.

Angka pembelanjaan eceran memperlihatkan konsumen Jepang meningkatkan pembelanjaan pada kuartal pertama, sebelum peningkatan pajak penjualan berlaku bulan April.