Australia kembalikan patung curian ke India
Perdana Menteri Australia, Tony Abbot, akan mengembalikan dua patung kuno Hindu yang diduga dicuri dari kuil di India.
Kedua patung Dewa Syiwa, yang sempat dipamerkan di galeri-galeri Australia, itu akan diserahkan dalam pertemuan Abbot dengan Perdana Menteri <link type="page"><caption> India,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/india/" platform="highweb"/></link> Narendra Modi, di Delhi, Jumat 5 September.

Galeri di Australia menariknya dari pajangan awal tahun ini setelah munculnya tuduhan bahwa patung itu berasal dari tindak kejahatan.
Pengembalian patung itu menurut Abbot kepada kantor berita AFP sebagai bukti dari niat baik dan bahwa Australia memandang penting hubungan dengan India.
Galeri Nasional Australia membelu patung Nataraj -Dewa Syiwa yang berdansa- senilai US$5 juta atau sekitar Rp50 miliar <link type="page"><caption> dari seorang pedagang seni di New York,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/02/140213_indiandealersued_seni.shtml" platform="highweb"/></link> yang kemudian dituduh mencuri barang-barang antik.
Patung lainnya, Ardhanariswara dianggap tidak sepenting Nataraj dan dibeli dari sebuah galeri di negara bagian New South Wales Australia.
Pedagang seni Subhash Kapoor kini sedang menuntut pengadilan di India dengan tuduhan mencuri barang-barang antik senilai jutaan dolar.





