Email LSE merujuk mahasiswa sebagai Kung Fu Panda
Salah satu universitas terkemuka di London, LSE, meminta maaf kepada para mahasiswa karena email yang menyambut mereka sebagai Kung Fu Panda.
Pesan di email tersebut membuat sejumlah mahasiswa bingung namun sebagian lainnya khawatir karena melihatnya sebagai 'prasangka rasial'.

Sumber gambar, Dreamworks Animation L.L.C.
LSE -London School of Economics- memiliki 25% mahasiswa S1 yang berasal dari kawasan Asia Timur dan menegaskan bahwa email itu terjadi kareana 'masalah tehnis'.
"Email dikirim ke semua mahasiswa dan tidak menjadikan mahasiswa dari latar belakang tertentu sebagai sasaran."
Email yang bermasalah teknis itu berupa pengukuhan bahwa "Kung Fu Panda sudah menerima tawaran tanpa syarat untuk diterima di LSE".
Pihak universitas mengatakan email sempat dikirimkan ke sekitar 200 mahasiswa sebelum kesalahan teknis itu ditemukan.
"Saya kira semacam lelucon rasis namun ternyata bentuk uji coba," kata Christy Pang, mahasiswa sejarah ke koran mahasisw, Tab.
Seorang mahasiswa lainnya menulis di situs untuk para mahasiswa baru, "Apakah saya satu-satunya yang membuat LSE bingung apakah 'Panda Tiger Aa-Kung Fu' atau mahasiswa kebijakan sosial."
Sisi jenaka
Namun seorang mahasiswa yang sedang liburan ketika menerima email itu mengatakan bisa melihat sisi yang jenaka dari email tersebut.
Bahkan ada yang mengaku kecewa LSE menemukan kesalahan itu dan mengirim email permintaan maaf sekitar 20 menit setelah kesalahan ditemukan.
"Orang perlu tertawa besar sekali-kalai," kata seorang mahasiswa.
"Sayang permintaan maafnya datang terlalu cepat, mereka terlalu serius."
Seorang juru bicara LSE menegaskan kesalahan itu karena kesalahan koding dalam jaringan data yang digunakan.
"Misalnya, komputer bukan memasukkan nama calon mahasiswa namun nama dari sebuah uji coba sistem yaitu Kung Fu Panda."
Nama lain yang digunakan untuk uji coba di LSE, tambahnya antara lain Piglet, Paddington, Homer, Bob, dan Tinkerbell, yang merupakan nama-nama tokoh komik dan film animasi.









