Qantas perbolehkan penggunaan ponsel

qantas

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Percakapan menggunakan ponsel selama penerbangan berlangsung diperbolehkan.

Segenap penumpang maskapai Qantas dan Virgin Australia akan dapat menggunakan telepon seluler dan peranti elektronik mereka selama penerbangan berlangsung mulai hari ini.

Peraturan baru itu berlaku baik bagi penumpang jurusan internasional maupun domestik.

Selain diperbolehkan memakai telepon pintar alias smartphone, penumpang diijinkan menggunakan tablet, e-reader, dan konsol mini game.

Sebelumnya, para penumpang diminta mematikan peranti-peranti tersebut selama penerbangan karena alasan keamanan.

Otorita Keselamatan Penerbangan Sipil (CASA) mengaku menyetujui peraturan baru yang diterapkan Qantas dan Virgin Australia tersebut.

Langkah tersebut telah dilakoni sejumlah maskapai di Amerika Serikat, Eropa, dan Selandia Baru terlebih dahulu.

Pasalnya, pesawat masa kini dirancang dan dibuat sedemikian rupa sehingga telepon seluler dan peranti elektronik tidak menganggu sistem penerbangan.

Mode penerbangan

Peraturan baru itu membuat para penumpang bisa terus memainkan peranti mereka atau membuat draf urat elektronik di ponsel mereka selama lepas landas dan mendarat.

Namun, menurut juru bicara CASA, Peter Gibson, peranti besar, seperti komputer jinjing, tetap harus disimpan karena risiko turbulensi.

“Penumpang memang dibolehkan berbicara menggunakan ponsel mereka dari gerbang pemberangkatan hingga gerbang kedatangan. Namun, ada masanya kru kabin akan meminta para penumpang mengubah peranti mereka ke mode penerbangan. Mungkin sebelum taklimat keselamatan diberikan,” kata Gibson.

Mode penerbangan alias flight mode ialah sebuah fitur dalam ponsel pintar yang membuat penggunanya tidak bisa mengirim pesan singkat atau melakukan percakapan.

Mahal

Langkah selanjutnya bagi kedua maskapai Australia itu ialah mengenalkan teknologi yang memungkinkan para penumpang menggunakan internet dan menelepon selama penerbangan berlangsung.

Koneksi telepon satelit sejatinya telah ada di berbagai pesawat selama beberapa tahun terakhir, namun ongkos penggunaannya relatif mahal.

“Uji coba teknologi baru telah diadakan Qantas antara Sydney dan Melbourne. Namun, banyak biaya yang dilibatkan dan keputusan komersial terletak pada maskapai,” kata Gibson.