Anak masa kini berusia lebih pendek?

obesitas

Sumber gambar, thinkstock

Keterangan gambar, Apakah obesitas memperpendek atau memperpanjang harapan hidup?

Beberapa waktu lalu, sejumlah figur ternama, seperti Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama dan koki Inggris Jamie Oliver, mengemukakan dugaan bahwa anak-anak masa kini akan meninggal pada usia lebih muda jika dibandingkan dengan generasi orang tua mereka.

Baik Michelle Obama maupun Jamie Oliver mendasarkan dugaan mereka pada kenyataan bahwa anak-anak masa kini banyak yang mengalami obesitas.

Landasan argumentasi mereka belakangan dikuatkan oleh penelitian akademis yang menyebutkan bahwa jumlah orang yang mengalami obesitas kini lebih tinggi dari sebelumnya.

Angka di jurnal kesehatan Lancet tahun ini menunjukkan 2,1 miliar orang di seluruh dunia mengalami obesitas. Jumlah itu meningkat dari 875 juta orang pada 1980.

Teori kebalikan

Meski demikian, apakah dugaan bahwa anak-anak masa kini akan meninggal pada usia lebih muda dari generasi orang tua mereka akibat obesitas?

Katherine Flegal, seorang ahli epidemiologi di National Centre for Health Statistics di Hyattsville Maryland, Amerika Serikat justru berpendapat lain.

Melalui analisa terhadap 97 studi mengenai penyebab kematian, Flegal dan timnya menemukan bahwa orang yang dianggap kelebihan berat badan oleh standar internasional memiliki peluang meninggal 6% lebih kecil jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki bobot tubuh normal.

Penelitian Flegal yang diterbitkan American Medical Journal pada Januari tahun lalu, mengatakan bahwa ada kemungkinan orang obesitas mendapat perawatan medis yang lebih baik karena mereka cenderung lebih dulu tahu gejala-gejala penyakit potensial yang bisa terbaca dari tes laboratorium untuk diabetes dan kolesterol tinggi.

Namun, meski hidup lebih lama, kualitas hidup mereka lebih rendah karena gangguan-gangguan kesehatan akibat kelebihan berat badan.