Tuberkulosis anak lebih tinggi dari prediksi

Sumber gambar, AP
Lebih dari 650.000 anak di seluruh dunia terkena tuberkulosis setiap tahun, ungkap penelitian yang dipaparkan dalam jurnal Lancet Global Health.
Angka tersebut hampir 25% lebih tinggi dari prediksi saat ini yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Para ilmuwan mengatakan pejabat kesehatan mungkin kehilangan "kesempatan besar" untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia berencana untuk merevisi perkiraan mereka dalam laporan berikutnya.
Tuberkulosis (TB) pada anak-anak bisa sulit untuk dideteksi karena orang muda lebih <link type="page"><caption> rentan terhadap bakteri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130126_kesehatan_antibiotik.shtml" platform="highweb"/></link> daripada orang dewasa dan lebih sulit untuk mengumpulkan sampel dari mereka.
Organisasi Kesehatan Dunia pertama kali mengeluarkan laporan perkiraan internasional pada anak-anak tahun 2012 yang memprediksi 530.000 kasus tahun itu.
Namun para peneliti mengatakan angka-angka ini -yang mengandalkan kasus yang dilaporkan kepada otoritas nasional- tidak memberikan gambaran lengkap karena kualitas pengawasan bervariasi di seluruh dunia.
Para ilmuwan mengatakan beberapa kasus tidak terdeteksi lantaran adanya persepsi anak-anak tidak mudah tertular tuberkulosis dan memiliki masalah yang kurang mendesak dibandingkan orang dewasa.









