Seks dan kekerasan di TV semakin diterima

Sumber gambar, ofcom
Jumlah penonton yang memandang terlalu banyak seks, kekerasan dan sumpah-serapah di TV Inggris turun drastis.
Badan pengawas penyiaran Inggris (OFCOM) menerbitkan penelitian tahunan tentang sikap penonton <link type="page"><caption> TV</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/07/140703_hiburan_sherlock_musim4.shtml" platform="highweb"/></link> dan pendengar radio.
Organisasi ini menemukan jumlah penonton yang mengatakan terdapat kekerasan yang berlebihan di TV turun 20% antara tahun 2008 dan 2013.
Protes terhadap sumpah-serapah turun hampir 25% dalam lima tahun, sementara penonton yang memandang terlalu banyak seks di TV turun dari 35% menjadi 26%.
Data ini terutama didorong oleh berubahnya sikap di antara penonton usia lebih tua, kata laporan ini.
Di tahun 2013, 39% dari penonton di atas 65-an tahun mengatakan terdapat "jumlah sumpah-serapah yang tepat" di TV, dibandingkan dengan 18% di tahun 2008.
Sementara jumlah penonton tua yang memandang "terlalu banyak" seks dan kekerasan turun masing-masing 15% dan 23%.
Meskipun demikian, penonton pada kelompok umur yang lebih tua juga lebih kecil kemungkinan merasa puas terhadap kualitas program.
Sekitar 47% kelompok usia di atas 65-an mengatakan program TV memburuk, dibandingkan 20% di antara kelompok umur 16-34 tahun.
Alasan utamanya karena terlalu banyak pengulangan program dan kurang beragam.









