Buronan nomor satu AS bertindak santai

saeed hafiz

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Pendukung Saeed secara terbuka menunjukkan ketidaksukaan kepada AS.

Hafiz Saeed tampaknya sangat santai meskipun kepalanya dihargai US$10 juta atau lebih dari Rp100 miliar dan seluruh aset organisasinya di Amerika dibekukan, lapor wartawan BBC Andrew North.

Ajudannya membawa botol Coca-Cola dan sebungkus besar saus tomat Heinz untuk melengkapi sepiring paha ayam, saat Andrew North duduk di salah satu kantornya yang merangkap sebagai madrasah.

Ketika Hafiz Saeed tiba, terdapat sekelompok kecil orang mengelilinginya, namun tidak tampak pengamanan yang mencolok. Jika mereka membawa senjata pasti disembunyikan.

Sepanjang waktu itu dia tidak hanya berbicara kepada BBC, tetapi juga menyambut beberapa pengikut yang mendatanginya.

Jelas sekali, bahwa dua tahun sejak AS mengumumkan hadiah untuk penangkapannya dengan tuduhan sebagai dalang serangan di Mumbai tahun 2008, Hafiz Saeed sama sekali tak takut ditangkap di kota kelahirannya itu, Lahore.

"Rakyat Pakistan mengenal saya dan mereka mencintai saya," katanya. "Tidak ada seorang pun mencoba mendekati pihak Amerika untuk mendapatkan hadiah itu."

Dia menyangkal berperan dalam serangan Mumbai dan menegaskan dia hanya melakukan kerja amal melalui organisasinya, Jamaat-ud Dawa (JUD).

Kebingungan akronim

Tetapi Amerika menyebut JUD sebagai kedok untuk terorisme dan Lashkar-e-Taiba (LET), kelompok militan yang disebut AS dan India sebagai pelaku serangan tiga hari Mumbai dengan dukungan Pakistan.

Hafiz Saeed dilaporkan mendirikan kelompok itu 25 tahun yang lalu untuk menentang kehadiran India di Kashmir, meskipun dia mengatakan telah memutuskan hubungan dengan LET.

Kebingungan tentang akronim ini disengaja, menurut Washington, agar LET dapat menghindari sanksi AS.

Sekarang AS telah memberlakukan sanksi ekonomi kepada JUD dan dua rekan Hafiz Saeed.

Dia mengatakan Amerika melakukan ini karena mereka "membutuhkan bantuan India di Afghanistan".

Banyak yang melihat hadiah besar yang ditawarkan AS bagi yang bisa menangkap <link type="page"><caption> Hafiz Saeed</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/04/120403_usmilitan.shtml" platform="highweb"/></link> dan sanksi baru, sekadar langkah simbolis.

Tetapi ia sendiri telah menjadi sosok yang simbolis dari kebijakan Pakistan yang sangat mendua terhadap militan Islam.