Sosioekonomi anak penentu universitas

Sumber gambar, Getty
Latar belakang sosioekonomi lebih menjadi faktor penentu apakah seorang anak bisa masuk ke universitas ternama ketimbang kemampuan akademiknya, ungkap sebuah penelitian.
Dalam kajian yangmelibatkan 520.984 anak itu, para akademisi di the Institute for Fiscal Studies mencatatsekitar 2.000 "anak yang paling pintar di kalangan kurang mampu" tidak mendapatkan tempat di "universitas ternama".
Di sisi lain, siswa yang kurang memiliki kemampuan namun berasal dari kalangan menengah ke atas mampu memperoleh tempat di universitas ternama.
Penelitian ini menunjukkan "betapa tidak adil" sistem <link type="page"><caption> pendidikan Inggris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/06/140607_pendidikan_mandarin.shtml" platform="highweb"/></link> dulu, kata pemerintah Inggris.
Prestasi
Lebih jauh, dalam kajian yang diterbitkan oleh the Social Mobility and Child Poverty Commission, para akademisi meneliti 8.000 anak-anak berprestasi di 11 sekolah dasar.
Para akademisi menemukan bahwa saat anak-anak tersebut menginjak usia 16 tahun, prestasi mereka berada di bawah anak-anak berprestasi rata-rata dari keluarga kaya.
Hanya 900 dari 8.000 anak berprestasi yang lahir antara tahun 1991 dan 1992 kemudian melanjutkan ke universitas elite.
Latar belakang seorang anak diukur dari jenis sekolah, adanya makan gratis selama sekolah menengah, dan indeks status sosial ekonomi yang mengukur keadaan lingkungan mereka.









