Unta dipastikan penyebar virus MERS

unta

Sumber gambar, spl

Keterangan gambar, Sebuah studi menemukan adanya virus MERS yang 'identik' pada unta dan pemiliknya.

Bukti-bukti pertama bahwa unta menyebarkan virus mematikan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) kepada manusia telah ditemukan.

Sebuah studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menemukan adanya virus <link type="page"><caption> MERS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140603_arab_saudi_mers.shtml" platform="highweb"/></link> yang 'identik' pada unta dan pemiliknya.

Sejauh ini sudah ada 681 kasus MERS yang menyebabkan 204 kematian sejak virus itu pertama kali dideteksi pada bulan Juni 2012. Tapi penyebab infeksi ini masih belum jelas.

Dalam sebuah kasus, seorang pria yang dirawat di Rumah Sakit Universitas King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi memiliki sembilan unta yang sakit sesaat sebelum pria itu terinfeksi.

Catatan medis menunjukkan bahwa pria itu berusaha mengobati untanya dengan tetes hidung.

Analisis yang dilakukan terhadap sampel virus yang diambil dari unta dan si pasien menunjukkan bahwa "sekuen genom lengkap dari kedua sampel yang diambil terpisah itu identik,"kata laporan tersebut.

Laporan itu menambahkan bahwa, "Data-data ini menyiratkan bahwa kasus infeksi coronavirus MERS manusia ditularkan karena kontak dengan unta yang terinfeksi."

"Semua bukti-bukti menunjukkan bahwa untalah yang menjadi penyebabnya. Ini mungkin pertama kalinya diketahui bahwa sekuen virus ini identik dan hal ini menyiratkan adanya penularan," kata Jonathan Ball, seorang profesor virologi di universitas Nottingham, Inggris kepada wartawan kesehatan dan sains BBC James Gallagher.