Aktivitas matahari memicu petir di bumi

Petir

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Angin matahari dapat memicu Cahaya Utara dan mempengaruhi cuaca.

Akitvitas di matahari memicu sambaran petir di bumi, ungkap sebuah studi.

Ilmuwan menemukan ketika hembusan partikel matahari berkecepatan tinggi memasuki atmosfer bumi, jumlah petir meningkat.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters.

Karena aktivitas matahari diawasi secara ketat oleh satelit, sekarang memungkinkan untuk memprediksi kapan badai berbahaya akan terjadi.

Peneliti utama Dr Chris Scott dari University Reading mengatakan: "Petir merupakan bahaya yang signifikan.

"Ada sekitar 24.000 orang <link type="page"><caption> tersambar petir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/06/110629_ugandlightning.shtml" platform="highweb"/></link> setiap tahun, sehingga memiliki pemahaman atau peringatan mengenai bahaya petir berguna."

Ketika matahari berputar, bola api plasma mengeluarkan partikel yang bergerak antara 400-800km setiap detik (900.000 sampai 1,8 juta mil per jam).

Para ilmuwan menemukan ketika kecepatan dan intensitas angin matahari meningkat, tingkat sambaran petir pun juga meningkat.

Kehadiran angin matahari ini di atmosfer dapat memicu Cahaya Utara, namun penelitian ini juga menunjukkan angin matahari dapat mempengaruhi cuaca.