Insan Hollywood boikot hotel milik Brunei

Sumber gambar, Reuters
Bintang-bintang Hollywood memboikot beberapa hotel paling populer di kawasan itu untuk memprotes penerapan hukum pidana syariah oleh pemerintah Brunei.
Komedian Jay Leno dan Ellen DeGeneres termasuk dalam kelompok pesohor yang menyuarakan dukungan terhadap aksi boikot atas Beverly Hills Hotel dan sejumlah hotel lain yang dimiliki Brunei.
Dewan kota Beverly Hills akan melakukan pemungutan suara untuk melahirkan resolusi mengecam hukum tersebut.
Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei mengumumkan <link type="page"><caption> penerapan hukum tersebut pekan lalu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140501_brunei_implementasi_syariah.shtml" platform="highweb"/></link>
Beverly Hills Hotel sangat lekat dengan kultur Hollywood sehingga sulit membayangkan hotel itu tanpa kehadiran para bintang.
Bar hotel itu, Polo Lounge, adalah salah satu tempat terbaik di kota itu untuk melihat pesohor.
Hotel berwarna merah muda itu dibuka pada 1912 dan memiliki sejarah panjang.

Sumber gambar, AFP
Elizabeth Taylor tinggal di sana saat masih anak-anak dan di usia dewasa bersama Richard Burton.
Penerbang Howard Hughes tinggal di sana selama 30 tahun dan sekarang Anda bisa saja melihat Tom Cruise atau Ozzy Osbourne di lobi.
'Mematuhi hak asasi manusia'
Tapi kini Motion Picture & Television Fund and the International Women Media Foundation mengatakan mereka berencana mencari tempat lain untuk mengadakan acara-acara mewah mereka.
Kini pertanyaannya apakah <link type="page"><caption> para pesohor</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140501_brunei_boikot.shtml" platform="highweb"/></link> yang menjadi klien setia hotel itu juga akan hengkang.
Pendiri Virgin Group Richard Branson akhir pekan lalu menulis di Twitter bahwa pegawai dan keluarganya tidak akan tinggal di jaringan hotel mewah itu hingga "Sultan mematuhi hak asasi manusia dasar."
Dalam protes di depan hotel tersebut pada hari Senin, Leno mengatakan, "Saya ingin berpikir bahwa orang pada dasarnya berhati baik dan ketika mereka menyadari apa yang terjadi, semoga mereka akan bertindak."









