Ular piton punya 'kompas' untuk pulang

piton

Sumber gambar, spl

Keterangan gambar, Ular piton Burma adalah salah satu ular terbesar di dunia.

Ular piton Burma memiliki semacam kompas yang dapat membantu binatang itu 'kembali ke asal mereka' dari tempat jauh, menurut para ilmuwan.

Ular piton yang ditangkap di kawasan rawa Florida, Amerika, Serikat, Everglades, karena dianggap menggangu, kembali ke tempat asal mereka setelah dibawa sekitar 36 kilometer.

Temuan itu merupakan bukti bahwa ular memiliki kompas magnetis seperti reptil lain, termasuk penyu laut.

Temuan ini diterbitkan di jurnal Royal Society Biology Letters.

Piton Burma, Python bivittatus, adalah salah satu ular terbesar di dunia.

<link type="page"><caption> Ular</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/03/140303_majalahlain_ular_makan_buaya.shtml" platform="highweb"/></link> terbesar yang pernah ditangkap sepanjang lebih dari lima meter dan berat 74 kilogram.

Kembali ke tempat semula

Ular piton ini melilit mangsanya sampai mati dan bisa menerkam buaya.

Reptil ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, dan juga banyak di Taman Nasional Everglades, Florida.

Populasi ular ini di Florida dianggap sebagai penyebab menurunnya mamalia di kawasan itu.

piton

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ular piton bisa memangsa binatang besar termasuk buaya.

Untuk meneliti migrasi ular ini, para peneliti menangkap 12 ekor dan memasang transmiter GPS.

Dengan menggunakan pesawat untuk melacak gerakan ular, para peneliti terkejut saat melihat begitu cepatnya ular itu kembali ke tempat semula.