Saham Malaysia Airlines turun 18%

Malaysia Airline

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Malaysia Airline tertekan maraknya maskapai murah di Asia

Saham maskapai Malaysia Airlines jatuh 18% dan mencatat rekor terburuk saat pencarian pesawat jet yang hilang antara Malaysia dan Vietnam memasuki hari ketiga.

Tim pencari multi bangsa sudah menyusuri perairan mencari tanda-tanda keberadaan Penerbangan MH370 sejak hari Sabtu setelah <link type="page"><caption> pesawat dinyatakan hilang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140310_vietnam_mas_pintu.shtml" platform="highweb"/></link> dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

Saham perusahaan itu sempat bangkit namun kembali terpuruk.

China Southern, yang mengoperasikan Penerbangan 370, juga mengalami penurunan saham hingga lebih dari 3%.

Sebelum insiden pesawat hilang, Malaysia Airline sudah didera banyak masalah seiring dengan meningkatnya kompetisi dari penerbangan murah di Asia Tenggara.

Rencana pertukaran saham dengan maskapai budget Air Asia dibatalkan pada 2012, setelah mendapat tekanan dari serikat buruh Malaysia Airline.

Pada 2013, Malaysian Airline System, perusahaan yang mengoperasikan Malaysia Airlines, melaporkan kerugian 1,17 miliar ringgit (Rp4 triliun).