Australia minta Toyota terus berproduksi

Pemerintah Australia mengadakan pembicaraan dengan produsen kendaraan bermotor Toyota untuk meyakinkan perusahaan ini agar melanjutkan insutri manufakturnya di negara itu.
Pembicaraan ini menyusul pernyataan produsen mobil Holden, anak perusahaan dari General Motors, yang mengatakan <link type="page"><caption> akan berhenti membuat mobil</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/12/131211_bisnis_holden_australia.shtml" platform="highweb"/></link> di Australia dari 2017<link type="page"><caption> .</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/12/131211_bisnis_holden_australia.shtml" platform="highweb"/></link>
Sebelumnya, Ford juga menyatakan akan <link type="page"><caption> mundur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/05/130523_bisnis_ford_australia.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dari Australia pada 2016.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/05/130523_bisnis_ford_australia.shtml" platform="highweb"/></link>
Ini membuat Toyota menjadi satu-satunya perusahaan produsen mobil yang masih beroperasi di sana.
Bila Toyota juga hengkang, akan ada ribuan orang lainnya di Australia yang kehilangan pekerjaan.
Toyota mengatakan keputusan Holden akan memberi "tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya" pada produksi mobilnya di Australia, serta memicu kekhawatiran bahwa perusahaan ini juga akan tutup.
Dilema mata uang
Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan ia telah berbicara dengan kepala unit Toyota Australia, Max Yasuda.
"Jelas, pemerintah akan berbicara dengan Toyota," kata Abbott kepada jaringan Channel Nine. "Kami ingin Toyota terus berproduksi di sini."
Dia menambahkan: "Mereka berada dalam posisi yang sedikit berbeda daripada Holden.
"Banyak produksi mereka yang dibuat untuk diekspor. Tampaknya, Toyota telah jauh lebih terintegrasi secara lokal ke dalam operasi global perusahaan, daripada dengan Holden," kata Abbott.
Holden menyalahkan penguatan mata uang Australia, kenaikan biaya produksi dan kecilnya pasar domestik sebagai alasan di balik keputusannya.
Nilai dolar Australia telah meningkat hampir 30% terhadap dolar AS selama lima tahun terakhir, membuat mobil buatan luar negeri jauh lebih murah bagi konsumen Australia.
Menurut berbagai perkiraan, hampir 85% dari mobil yang dijual di negara itu berasal dari luar negeri.









