Hantaman asteroid 'lebih sering terjadi'

Asteroid
Keterangan gambar, Ledakan asteroid di Rusia Februari lalu menyebabkan kerusakan besar.

Para ilmuwan mengatakan ancaman hantaman asteroid seperti yang terjadi di Rusia beberapa waktu lalu jauh lebih sering dari yang diduga.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah Nature menyebutkan, batu dari angkasa sebesar rumah, seperti yang <link type="page"><caption> meledak di atas Chelyabinsk</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/02/130226_sains_meteor.shtml" platform="highweb"/></link>, sering masuk ke atmosfir Bumi.

Dalam kasus di Rusia tersebut ledakan yang terjadi sama dahsyatnya dengan ledakan senjata nuklir dan <link type="page"><caption> menyebabkan kerusakan dalam skala besar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/02/130216_galeri_foto_meteor_rusia.shtml" platform="highweb"/></link>.

Tak kurang dari 1.600 orang mengalami luka-luka akibat dampak ledakan.

Sekarang para ilmuwan mengatakan ledakan seperti ini sebenarnya sering terjadi di Bumi.

Sistem peringatan dini

Tim pakar internasional melakukan kajian dengan data yang dikumpulkan selama 20 tahun terakhir, yang diambil dari lembaga-lembaga di Amerika Serikat.

Hasilnya menunjukkan, selama periode ini ada sekitar 60 asteroid, dengan lebar tak kurang dari 20 meter, memasuki atmosfir Bumi.

Persoalannya adalah sebagian besar fenomena ini tidak terdeteksi karena asteroid tersebut meledak di kawasan terpencil atau di lautan lepas.

Wartawan sains BBC, Rebecca Morelle, mengatakan data ini menunjukkan ancaman hantaman asteroid sebenarnya tidak bisa diremehkan.

Para pakar mengatakan mestinya dibuat sistem peringatan dini untuk membantu menentukan kapan dan di mana batu-batu angkasa ini akan menghantam Bumi.