Saham Blackberry turun 16%

Saham produsen ponsel pintar Blackberry turun 16% setelah membatalkan penjualan perusahaan kepada Fairfax Financial Holdings.
Sebagai gantinya, Blackberry mengumpulkan dana US$1 miliar dari investor, diantaranya Fairfax.
Kepala Eksekutif Thorsten Heins akan turun dari jabatannya dan mantan kepala eksekutif Sybase John Chen akan menjadi kepala eksekutif sementara.
Bulan Juli lalu, Blackberry <link type="page"><caption> mengumumkan kerugian</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130927_bisnis_blackberry_rugi.shtml" platform="highweb"/></link> pada kuartal kedua US$965 juta.
Penjualan produk terbarunya Blackberry Z10 yang tak banyak diminati dituduh sebagai penyebab kerugian.
Sebelumnya, Fairfax direncanakan memimpin konsorsium perusahaan dalam pengambilalihan Blackberry senilai US$4,7 miliar.
Tetapi rencana yang diumumkan pada bulan lalu itu lantas batal dilakukan.
Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Fairfax kesulitan untuk meningkatkan pendanaan yang dibutuhkan untuk kesepakatan tersebut.
Fairfax, yang memiliki 10% saham di Blackberry, berkontribusi sebesar US$250 juta untuk pendanaan baru.
Pada September, perusahaan ini mengumumkan rencana untuk <link type="page"><caption> mengurangi 4.500 karyawan atau 40%.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130921_bisnis_blackberry_karyawan.shtml" platform="highweb"/></link>
Kepala eksekutif interim John Chen, mengatakan :"Blackberry merupakan merk yang ikonik dengan potensi yang besar - tetapi dibutuhkan waktu, disiplin dan keputusan yang berat untuk meraih kembali kesuksesan."
Sejumlah analis masih skeptis terhadap prospek perusahaan tersebut.









