Spesies baru lumba-lumba bungkuk

Para ilmuwan mengatakan mereka menemukan spesies baru ikan lumba-lumba bungkuk di perairan utara Australia, varian keempat yang ditemukan sejauh ini.
Spesies baru -yang belum diberi nama itu- ditemukan para peneliti yang telah lama mempelajari beberapa ratus tulang dan jaringan ikan yang mati dan masih hidup di Lautan Pasifik dan Samudra Hindia.
Binatang mamalia ini memiliki keunikan dengan punuk di sirip.
Dua dari tiga spesies yang telah ditemukan sebelumnya disebutkan menghadapi ancaman dijaring nelayan dan hilangnya habitat.
Temuan tentang spesies baru <link type="page"><caption> lumba-lumba</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/08/130807_majalahlain_ingatan_lumbalumba.shtml" platform="highweb"/></link> bungkuk ini diterbitkan di jurnal Molecular Ecology.
Para ilmuwan menyatakan "terkejut dan senang" atas temuan spesies baru ini.
Tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh badan konservasi Wildlife Conservation Society yang berkantor di Amerika meneliti hampir 200 ikan lumba-lumba yang mati dan spesimen dari ikan yang masih hidup.
"Berdasarkan analisa genetik dan morfologi, ada bukti meyakinkan ada empat spesies dalam genus ini," kata Martin Mendez dalam laporannya.
"Kami sangat terkejut dan tentu saja senang untuk menemukan spesies yang sama sekali baru," kata Mendez.









