Rekaman video badak Sumatra di Kalimantan

Waktu membaca: 1 menit

Tim Dana Satwa Liar, WWF, dan pemerintah kabupaten Kutai Barat berhasil merekam video badak Sumatra di kawasan hutan Kalimantan Timur.

Rekaman video badak langka itu, Dicerorhinus sumatrensis, merupakan hasil dari kerja selama tiga bulan.

Sebanyak 16 kamera digunakan untuk merekam jejak badak dan tim amat gembira karena untuk pertama kalinya ada bukti visual tentang badak Sumatra di Kalimantan.

"Bukti fisik ini amat penting karena menjadi dasar dari pengembangan dan penerapan upaya perlindungan yang lebih menyeluruh bagi badak Indonesia," kata Menteri Kehutanan Zukifli Hasan saat penayangan video dalam pertemuan tingkat menteri kawasan Asia untuk penyelamatan badak di Lampung, Sumatera Utara.

<link type="page"><caption> WWF mengungkapkan temuan jejak badak Sumatra</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03/130328_sumatranrhino.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> di Kalimantan Timur pada Maret 2013</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03/130328_sumatranrhino.shtml" platform="highweb"/></link> walau awalnya survei ditujukan untuk memantau pergerakan orang utan.

Survei itu kemudian diperdalam untuk memastikan jejak badak Sumatra di kawasan hutan seluas sekitar 3.600 hektar.

Tim gabungan

Badak Sumatra
Keterangan gambar, Perlu studi lebih lanjut untuk memastikan yang terekam adalah badak yang berlainan.

Dalam keterangannya, WWF menduga bahwa badak yang terekam video pada tanggal 23 Juni, 30 Juni, dan 3 Agustus merupakan badak yang berbeda namun masih harus dipastikan lewat survei lebih lanjut.

Video memperlihatkan seekor badak yang yang berkubang untuk mendinginkan suhu tubuhnya sedangkan badak lain sedang berjalan mencari makanan.

Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Nazir Foead, mengatakan bahwa tim gabungan pemerintah kabupaten Kutai Barat dan WWF melakukan patroli bersama di sekitar kawasan temuan badak.

"WWF meminta semua pihak, di Indonesia dan di seluruh dunia, untuk segera bergabung dalam upaya melindungi badak di Indonesia."

Pertemuan menteri untuk membahas badak di Lampung antara lain diikuti perwakilan pemerintah Bhutan, Indonesia, India, Malaysia, dan Nepal.