Iran hidupkan kembali industri seni peran

Asghar Farhadi
Keterangan gambar, Asghar Farhadi, penerima Piala Oscar pertama Iran, memprotes penutupan Rumah Sinema.

Iran kembali menghidupkan forum film utamanya hampir dua tahun setelah ditutup paksa oleh kelompok garis keras di negara itu, laporan kantor berita resmi Iran, Irna.

Rumah Sinema adalah tempat asal mula film-film Irani bermutu muncul, yang kemudian menang di berbagai festival kelas dunia.

Wakil Menteri Kebudayaan Hojatollah Ayoubi mengatakan keputusan tersebut menunjukkan betapa besar dukungan presiden Iran pada bidang perfilman setempat.

Presiden Hassan Rouhani -<link type="page"><caption> yang dianggap lebih moderat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130616_rouhani_iran_presiden.shtml" platform="highweb"/></link> ketimbang pendahulunya- telah menjanjikan toleransi lebih dalam isu-isu budaya.

Kementrian Kebudayaan memerintahkan agar Rumah Sinema dibubarkan Januari 2012, setelah dituding mengubah anggaran dasarnya tanpa izin pejabat terkait.

Mengecewakan

Saat upacara pembukaan, Ayoubi mengkritik mantan pemerintahan yang menggunakan politik sebagai alasan penutupan Rumah Sinema.

"Ketika isu kultural -seperti yang menyangkut Rumah Sinema- ini dikaitkan dengan politik, itu (karena) situasinya tidak dikelola dengan tepat," tegasnya, seperti dikutip Irna.

Penutupan forum Rumah Sinema itu dikritik para pembuat film ternama Iran, termasuk sutradara Asghar Farhadi, yang memenangkan penghargaan <link type="page"><caption> Oscar pertama Iran tahun 2012</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/02/120227_oscar2012.shtml" platform="highweb"/></link> untuk filmnya, A Separation.

Forum ini melindungi 5.000 anggota yang terkait dengan berbagai segi profesi perfilman.

Meski dianggap membuat sikap-sikap reformis, Presiden Rouhani juga dinilai mengecewakan saat mencalonkan seorang berlatar belakang konservatif sebagai menteri kebudayaan, kata wartawan BBC Sebastian Usher.