Mengkaji kerusakan karang Filipina akibat karamnya kapal

Pihak berwenang Filipina mulai mengkaji kerusakan atas karang yang dilindungi akibat karamnya sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat.
Kapal USS Guardian karam pada bulan Jaunari lalu di kawasan laut Tubataha, yang merupakan taman nasional untuk karang yang dilindungi di Filipina Selatan.
Penelitian awal memperkirakan kapal merusak sekitar 4.000 m2 karang dan Amerika Serikat bisa dituntut untuk membayar ganti rugi sampai sekitar US$2 juta, seperti dilaporkan wartawan BBC Farhana Dawood.
Amerika Serikat sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden karamnya kapal sepanjang 68 meter tersebut.
Upaya untuk mengangkat USS Guardian dari kawasan itu harus dilakukan dengan memotong kapal menjadi beberapa bagian untuk diangkat secara bertahap.
Potongan terakhir seberat 68 ton berhasil diangkat pada Sabtu 29 Maret pekan lalu.
Akan tetapi masih diperlukan waktu beberapa hari lagi untuk membersihkan kawasan taman nasional itu dari kepingan sampah akibat pemotongan kapal dan pengangkatannya.
Bagaimanapun dipastikan tidak ada tumpahan minyak karena sekitar 15.000 galon minyak USS Guardian sudah berhasil dipindahkan dengan aman.
Para penyelam mengatakan Tubataha -yang masuk dalam warisan budaya dunia UNESCO- memiliki keragaman mahluk laut yang kaya yang hampir sebanding dengan Great Barrier di Australia.









